Home Ekbis LKM Demak Sejahtera, Bantu Masyarakat Keluar dari Ancaman ‘Bank Titil’

LKM Demak Sejahtera, Bantu Masyarakat Keluar dari Ancaman ‘Bank Titil’

994
0
Nasabah membuka rekening baru di LKM Demak Sejahtera Cabang Demak yang baru dibuka hari ini

Demak, 30/7 (BeritaJateng.net) – Sering kita mendengar istilah ‘bank titil’ , ya keberadaan bank lintah darat itu tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat terutama kelas ekonomi menengah kebawah.

Bank yang menerapkan sistim renternir dengan bunga tinggi hingga mencekik leher itu,
banyak kita jumpai di pasar-pasar maupun perkampungan penduduk baik di kota maupun desa.

Mereka beroperasi mencari mangsa, menawarkan jasa pinjaman kepada para pedagang kecil dan masyarakat yang sedang terpaksa membutuhkan uang dengan cepat.

Direktur Utama PT Lembaga Keuangan Masyarakat, Demak Sejahtera, Eny Suprapti, keberadaan bank titil sangat merugikan masyarakat. Karena itu LKM Demak Sejahtera, hadir lebih dekat di tengah masyarakat agar jangan sampai mereka yang berpenghasilan pas – pasan tersebut, terjerat utang oleh lintah darah.

“Jangan sampai kita terjerat utang di bank titil, bunganya bisa mencekik leher. Seminggu bunganya bisa mencapai 5 persen. Beda dengan kita, bunganya tidak terlalu memberatkan. Kita mulai 1 persen per bulannya,” kata Eny, seusai acara peresmian Kantor LKM Demak Sejahtera Cabang Gajah, Senin (30/7/2018).

Hadir dalam acara tersebut, Kabag Perekonomian Pemkab Demak, Nanang Tasunar dan Kabag Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jateng DIY, Gatot Yulianto.

Menurut Eny, sebagai bank milik Pemkab Demak, LKM Demak Sejahtera , berkomitmen untuk ikut menggerakan roda perekonomian di Kabupaten Demak.

Bank yang dulunya bernama bank pasar itu, selain melayani modal kerja juga tabungan, baik itu Tapas (tabungan pasar) maupun Tapis (tabungan pendidikan siswa).

“Selain membuka cabang di Pasar Gajah, Kecamatan Gajah, kami juga memiliki cabang lain di Pasar Buyaran, Kecamatan Karangtengah. Kami mendekatkan diri pada masyarakat selaku nasabah, selain mempercepat pelayanan, juga mengatasi dari ancaman jeritan lintah darah,” ujarnya.

Sejak didirikan, LKM Demak Sejahtera telah memiliki nasabah sebanyak 2900 orang yang tersebar di wilayah Demak. Adapun aset yang dimiliki oleh bank plat merah itu hingga Juli 2018, asetnya tercatat  mencapai 31,298 milyar, kredit sebanyak 24,6 milyar dan dana masyarakat sebesar 15,5 milyar.

“Saham LKM Demak Sejahtera, 99 ,6 adalah milik milik Pemkab Demak. Jadi nabung disini aman, apalagi juga dijamin oleh OJK,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian, Pemkab Demak, Nanang Tasunar, mengatakan, LKM Demak Sejahtera merupakan salah satu BUMD yang dimiliki oleh Pemkab Demak dan ikut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Demak.

“LKM Demak Sejahtera murni milik Pemkab Demak dan merupakan LKM terbesar di Jateng,” kata Nanang.

Keberadaan LKM Demak Sejahtera,
selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Demak, juga ikut membantu mensukseskan pembangunan di Demak.

“Sebagai lembaga profit, laba yang diperoleh BUMD ini, ikut andil dalam kas APBD sebagai penyumbang PAD, yang nantinya untuk pembangunan di Demak. Hasil pembangunan itu sendiri, nanti juga dinikmati oleh masyarakat Demak juga,” pungkasnya. (El)