Home Lintas Jateng Listrik Byar-Pet Ribuan Pelanggan Mengeluh

Listrik Byar-Pet Ribuan Pelanggan Mengeluh

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 10/2 (BeritaJateng.net) – Kondisi listrik PLN di wilayah Kudus yang sejak sepekan belakangan mengalami byar-pet, dikeluhkan ribuan pelanggan. Pelanggan berharap, sebagai pemasok tunggal listrik di Tanah Air seharusnya PT PLN profesional sesuai motonya ”bekerja-bekerja-bekerja”.

Menurut Manajer PT PLN Kudus Kota Agus Suwarsono, adanya gangguan jaringan listrik di wilayah kerjanya salah satunya karena terjadi ’over load’ atau kelebihan beban. Namun, gangguan tersebut dapat diatasi antara satu hingga dua jam.

”Setiap pukul 18.00 hingga 20.00 terjadi beban puncak dan hal tersebut sering berdampak terjadinya kelebihan beban atau over load,” jelasnya kepada Beritajateng.net, Selasa (10/2).

Sementara gangguan yang memakan waktu cukup lama dan terjadinya pemadaman mendadak, lanjutnya, karena terjadinya kebocoran oli pada salah satu travo yang ada di gardu induk (GI) Jati. Perbaikan kerusakan seperti itu, disebutkan membutuhkan waktu tga hari.

”Di GI Jati memang terjadi kerusakan salah satu dari tiga travo berkapasitas 60 mega volt amper (MVA). Bila satu unit diperbaiki, sebagian beban dialihkan ke trafo lainnya dan kondisi tersebut berdampak dilakukan pemadaman sementara di beberapa lokasi selama satu hingga dua jam,” tambahnya.

Selain faktor teknis yang mengharuskan dilakukan pemadaman, masih kata Agus, penyebab kerusakan juga karena karena tikus. Kerusakan yang terjadi pada Minggu (8/2) lalu di daerah Jati, setelah dilakukan penelitian ternyata penyebabnya karena binatang mengerat merambat diatas kabel jaringan sehingga terjadi gangguan.

Terkait ketidaknyamanan soal listrik tersebut, salah seorang pelanggan asal Desa Tumpangkrasak Rustam mengaku sangat terganggu. Menurutnya, akibat listrik padan banyak aktivitas yang dilakukandengan mengandalkan daya listrik terganggu.

”Listrik padam secara tiba-tiba jelas sangat mengganggu aktivitas kami. Apalagi kalau pemadamannya tanpa bisa diprediksi atau tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu,” paparnya.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat dituntut membayar tagihan rekening listrik tepat waktu. Bila, membayar melebihi batas waktu yang sudah ditentukan, PLN bisa secara sepihak melakukan pemutusan sementara dan membebani denda.

”Tetapi ketika terjadi pemadaman secara tiba-tiba, masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal pemadaman tersebut sangat mengganggu aktivitas wirausaha yang tentunya berdampak pada penurunan pendapatan,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan seperti itu, Agus Suwarsono menyebutkan pihaknya juga merasakan dampaknya. Dikatakan, setiap enam bulan sekali dilakukan audit dan banyaknya gangguan kelistrikan diakumulasikan untuk pengurangan pendapatan yang diterima pegawai PLN.

”Karena adanya gangguan tersebut kami minta maaf. Tetapi perlu kami jelaskan bahwa, sebenarnya kami juga merasakan dampak dari kejadian tersebut. Artinya, kami sendiri sebenarnya tidak mengehndaki adanya gangguan kelistrikan,” tandasnya. (BJ12)