Home Lintas Jateng Limbah Pustaka Jadi Kajian Sosial Kemanusiaan

Limbah Pustaka Jadi Kajian Sosial Kemanusiaan

420
0
Limbah Pustaka Jadi Kajian Sosial Kemanusiaan
       Purbalingga, 12/7 (BeritaJateng.net)  – Limbah Pustaka Desa Muntang menjadi salah satu lokasi yang dituju oleh peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) untuk meneliti bidang-bidang sosial kemanusiaan. Beberapa hal yang dikaji sendiri meliputi perilaku sosial kemudian pra dan pasca adanya limbah pustaka di Desa Muntang.
       “Karena mereka adalah kelas ilmu sosial kemanusiaan jadi kami arahkan itu ke bidang yang berhubungan dengan hubungan sosial,” kata Peneliti Ahli Utama Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muhammad Ali Humeidi atau akrab disapa Ali saat ditemui di Limbah Pustaka Desa Muntang, Rabu (11/7).
       Selain itu, peserta juga diajak untuk mempelajari dampak Limbah Pustaka Desa Muntang terhadap kemampuan literasi anak-anak Desa Muntang. Kemudian terkait tingkat keberterimaan pembelajaran dari Limbah Pustaka kepada warga sekitar.
“Karena ini adalah sebuah proses pelatihan sebenarnya kami ingin bahwa anak-anak mengetahui bahwa proses ya bagaimana melakukan penelitian yang baik penulisan yang baik itu untuk anak-anak secara substansial,” jelas Ali.
       Ali mengharapkan peserta PIRN XVII dapat aktif mengambil data dann pro aktif menggali informasi baik melalui Limbah Pustaka maupun warga setempat. Sehingga nantinya akan ada efek yang bermanfaat bagi Limbah Pustaka untuk mendorong Limbah Pustaka agar lebih baik lagi.
       “Kegiatan yang seperti ini itu bisa dikembangkan lebih lanjut dan kemudian dampaknya lebih luas lagi kepada masyarakat yang ada di sini minimal dan kemudian secara umumnya kepada Purbalingga secara umum,” harapnya.
       Dari 34 peserta yang mengikuti kajian di Limbah Pustaka salah satu tim terpantau tengah mewancarai dua anak kecil yang tengah bermain gawai di sekitar Limbah Pustaka. Ichi salah satu peserta PIRN XVII dari Sulawesi mengatakan penelitiannya melihat bagaimana pengaruh limbah pustaka terhadap anak-anak setempat.
       “Kita ini ingin lihat bagaimana pengaruh limbah pustaka terhadap anak-anak kan tujuan awalnya limbah pustaka didirikan itu untuk mengurangi penggunaan gadget bagi anak-anak dan untuk menambah minyak baca,” ungkap Ichi.
        Setelah mendapatkan dua informan tersebut mereka mengamati secara jelas minat baca anak-anak sekitar Limbah Pustaka memang tinggi. Namun ternyata selain membaca di Limbah Pustaka anak-anak sekitar juga ingin mendapatkan akses wifi secara gratis.
       “Sebenarnya bukan ke minatnya, dia (anak-anak, Red) tuh membaca karena ingin mendapatkan wifi jadi membaca bukunya tuh biasanya cuma satu atau dua buku  cuma lima menit tetapi yang diakses itu untuk mendapatkan lebih banyak game online sampai dua atau tiga jam,” terangnya.
        Ichi menjelaskan adanya Limbah Pustaka ini dapat dapat berdampak positif bagi anak-anak. Karena tidak adanya buku bacaan di rumah maka mereka dapat membaca dan menggali informasi dan mendapatkan ilmu lebih setelah membaca.
        “Namun ternyata ada sisi kurangnya dengan adanya sarana wifi gratis bagi anak-anak ternyata dimanfaatkan untuk mengakses game online,” ujar Ichi.
       Hal inilah yang menjadi kajian para peneliti muda ini agar mampu menjadikan Limbah Pustaka bermanfaat bagi warga sekitar. Dengan sarana dan prasarananya yang ada dapat dimanfaatkan secara bijak oleh pengelola Limbah Pustaka. “Sarannya sih anak-anak di sini lebih banyak untuk membaca buku, terus ada peraturan ketika baca buku satu jam main gadgetnya satu jam atau 30 menit supaya tidak dimanfaatkan oleh anak-anak untuk main game online, juga harus ada pengawasan dari pengelola Limbah Pustaka,” saran Ichi bersama rekan-rekannya. (yit/El)