Home Hukum dan Kriminal Lima Preman Terjaring Razia Polisi

Lima Preman Terjaring Razia Polisi

preman

Jember, 22/1 (BeritaJateng.net) – Sebanyak lima orang yang diduga menjadi preman terjaring razia preman yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur, Rabu (21/1) malam.

Personel Polres Jember yang terdiri dari Sat-Sabhara, Satreskrim, Satlantas dibantu Satintelkam dan Propam mengadakan razia preman di beberapa lokasi di Jember yang selama ini diduga menjadi sarang preman.

“Kami melakukan razia di tiga titik yakni Terminal Tawangalun, GOR PKPSO Kaliwates, dan stasiun kereta api,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Jember Kompol Yakhob Silvana Delareskha kepada sejumlah wartawan di Mapolres Jember, Kamis.

Dari hasil razia di tiga lokasi tersebut, petugas gabungan berhasil mengamankan lima orang yang diduga sebagai preman karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas diri dan menyita 2 unit sepeda motor sebagai barang bukti yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan.

“Razia preman itu merupakan tindak lanjut dari perintah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti yang disampaikan lewat ‘video conference’ pada tanggal Selasa (20/1),” tuturnya.

Menurut dia, kegiatan razia itu merupakan bagian dari operasi kepolisian dengan sandi “Cempaka”, dengan sasaran preman dan razia premanisme akan dilaksanakan selama 30 hari sejak 19 Januari hingga 21 Februari 2015.

“Tempat-tempat yang akan dirazia akan dilakukan secara acak, agar operasi itu tidak bocor dan tim gabungan akan bergerak cepat menangkap para preman yang meresahkan warga,” paparnya.

Sementara salah seorang warga Jember, Mufida, menyambut baik razia preman yang dilakukan Polres Jember di sejumlah lokasi seperti terminal dan stasiun kereta api.

“Dua tempat itu memang diduga sebagai sarang preman dan diharapkan polisi memberikan efek jera kepada para preman, agar para penumpang di terminal dan stasiun bisa aman,” katanya.

Ia meminta aparat kepolisian melakukan razia secara rutin dan berkala, agar tidak ada lagi preman yang berkeliaran di sejumlah lokasi. (ant/BJ)