Home Alkisah Lihat Senjata Perang, Pejuang Veteran Ini Bernostalgia

Lihat Senjata Perang, Pejuang Veteran Ini Bernostalgia

298
0
Lihat Senjata Perang, Pejuang Veteran Ini Bernostalgia

Semarang, 10/8 (BeritaJateng.net) – Nostalgia para pejuang veteran saat melihat senjata-senjata jaman perang di dalam Museum Mandala Bhakti Semarang usai upacara Peringatan hari Veteran Nasional 2016.

Mengambil tema “Gelora jiwa dan semangat juang 45 guna menangkal tantangan dalam mengawal kebutuhan NKRI” para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) tetap bersemngat untuk mengikuti upacara dan mengenang masa-masa perjuangan bersama pejuang Veteran lainya.

Kolonel Muhamad Amin Munajat, Kepala Markas Cabang LVRI bersama anggota lainya di Jawa Tengah, seusai mengikuti upacara menyempatkan untuk bernostalgia didalam Museum Mandala Bhakti. Mereka melihat senjata-senjata yang dulu pernah mereka gunakan dan mengingatkan kembali di masa perang masa lalu.

Para veteran ini saling mengingatkan sama lain saat melakukan perjuangan melawan para penjajah yakni, Belanda hingga Jepang.

Seperti tentara Veteran S. A. Haryono sempat menceritakan bahwa pada saat itu senjata yang mereka gunakan hanya senjata yang seadanya. Namun dengan taktik dan keberanian mereka mampu melawan penjajah.

IMG_20160810_8993“Dulu kita menghadapi Belanda hanya menggunakan senjata seadanya saja, dan pasukan Belanda sudah bersenjata lengkap dan moderen. Senjata kita masih manual dulu, belum ada yang otomatis. Perjuangan dulu kita menggunakan taktik, seperti salvo atau menyerbu bersama-sama,” ungkapnya.

Dirinya juga menceritakan beberapa kisah yang pernah alami yakni saat pasukannya mengalami kehabisan amunisi dan lari mundur.

“Kita pernah patroli di daerah Jornatan, dulu masih lebar sekali dan ada bukit. Namun saat itu kita bertemu dengan Belanda dan terjadi perang. Kemudian  kita kehabisan amunisi, dan kita lari mundur, tetapi Belanda juga ikut mundur karena beberapa pasukannya banyak tertembak, kita menggunakan taktik Salvo tadi,” ceritanya bersama teman-teman seperjuangan veteran kala itu.

Ia juga sempat menceritakan saat terjadinya pertempuran lima hari di Semarang, bahwa saat itu dirinya bersama pasukannya saatt itu masih berada di Salatiga. Dan mereka meluncur ke Semarang namun ditengah jalan mereka ditarik mundur, sebab saat itu seluruh bantuan sudah datang dari beberapa pasukan lainya.

Usai bercerita dan mengenang masa-masa perjuangan mereka, ia bersama para Veteran lain saling berfoto untuk mengabadikan kenangan tersebut.(BJ06)