Home Lintas Jateng Lho Dana PSKS Karmiyah Diambil Orang Lain

Lho Dana PSKS Karmiyah Diambil Orang Lain

image
Penerima dana PSKS sedang mengantri di Balai Desa Protomulyo, Selasa (2/12). (BJ/DK)

Kendal, 02/12 (Beritajateng.net) – Penyaluran dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS)di balai desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kendal kisruh. Hal itu terjadi karena salah satu warga harus pulang dengan tangan hampa setelah mengantri selama berjam-jam. Padahal dirinya terdata sebagai warga yang menerima dana tersebut.

Ia adalah Karmiyah (35) warga dukuh Rejomulyo Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. Wanita paruh baya ini berniat mengambil dana PSKS atas nama suaminya bernama Imam. Tetapi dana bantuan sebesar Rp400 ribu itu sudah diambil oleh orang lain dengan nama yang sama namun dengan alamat berbeda.

“Saya sudah antri sejak pukul 08.00 WIB Selasa (02/12) pagi. Ketika saya mendapat giliran untuk mengambil uang, ternyata sudah diambil orang lain dengan nama Imam,” tutur Kamiyah ketika hendak pulang dari kantor balai desa.

Dirinya mengaku sudah menemui petugas yang melakukan pendataan terhadap warga penerima bantuan untuk melaporkan kejadian tersebut. “Kata petugasnya itu hanya kesalahan nama saja dan bisa diselesaikan. Tetapi uangnya belum bisa diambil hari ini karena harus diklarifikasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, juru bayar dana PSKS dari Kantor Pos Kendal, Syaifudin, menuturkan kesalahan pembagian dana ini mungkin diakibatkan kesamaan nama penerima. “Namanya sama begitu pula desa tempat tinggalnya. Sehingga saat yang dipanggil Imam dari dusun Rejomulyo, yang datang Imam dari dusun Percil. Namun tidak akan menjadi masalah karena keduanya penerima dana PSKS dan sudah saya atasi,” ungkapnya mengklarifikasi masalah yang dialami Karmiyah.

Sehubungan dengan pembagian dana PSKS, kepala desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Kendal, Jumarno, mengharapkan adanya pendataan ulang warga miskin yang menerima bantuan tersebut. Hal ini dikarenakan penerima dana PSKS yang menggunakan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah tidak sesuai.“Banyak penerima dana pakai motor dan memiliki telepon seluler. Jelas itu tidak tepat sasaran. Harus ada revisi ulang terhadap data penerima,”tegasnya. (DK/pj)