Home Hiburan Lewat Film ‘WAGE’ Bantu Promosikan Kota Lama Semarang

Lewat Film ‘WAGE’ Bantu Promosikan Kota Lama Semarang

99
0
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama para pemain film W.R. Supratman yang mengambil setting pembuatan film di Kota Lama. /doc. BPK2L
     Semarang, 26/7 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebutkan film “Wage” yang menceritakan perjalanan sejarah Wage Rudolf Supratman membantu mempromosikan Kota Lama Semarang.
     “Kami bangga, apresiasi karena syutingnya ada yang dilakukan di kawasan Kota Lama Semarang,” katanya, saat melihat proses syuting film “Wage” di kawasan Kota Lama Semarang, Rabu.
     Film biopik yang diberi judul “Wage” itu menampilkan Rendra sebagai pemeran tokoh WR Supratman, serta sederet aktor dan aktris lainnya, seperti Tengku Rifnu Wikana, Annisa Putri Ayudya.
     Bahkan, Ecky Lamoh, mantan vokalis grup band rock Edane yang populer era 1990-an ikut ambil bagian sebagai sahabat Wage dalam film layar lebar yang disutradarai disutradarai oleh John De Rantau itu.
     Proses syuting film Wage dilakukan selama 25 hari di berbagai lokasi, mulai Kota Lama Semarang, Magelang, Klaten, Solo, Yogyakarta, dan Kalidadap, Purworejo, kota kelahiran WR Supratman.
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga menyempatkan berbincang dengan Sutradara Film "WAGE"
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga menyempatkan berbincang dengan Sutradara Film “WAGE”

Ita, sapaan akrab Hevearita yang melihat langsung “setting” film yang dibuat era 1920-an itu mengaku terbuka dan mendukung jika ada pembuatan film-film serupa di kawasan Kota Lama Semarang.

     “Jadi, kami inginnya lokasi-lokasi di film itu jadi ‘tetenger’ dan daya tarik. Kalau ada yang wisatawan berkunjung, ‘Oh, ternyata ini tempat yang ada di film Wage’,” katanya.
     Secara langsung maupun tidak langsung, kata dia, pembuatan film itu ikut membantu mempromosikan kawasan Kota Lama Semarang secara luas sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung.
     “Ya, nanti dilihat saja filmnya. Rencananya, film Wage mau diputar mulai 28 Oktober 2017 pas Hari Sumpah Pemuda, atau 10 November 2017 seiring peringatan Hari Pahlawan,” katanya.
     Sebelumnya, sutradara film Wage John De Rantau juga mengakui keunikan, kekhasan, dan keindahan kawasan Kota Lama Semarang dibandingkan dengan kawasan serupa di daerah-daerah lainnya.
     Kawasan Kota Lama Semarang yang sarat dengan bangunan kuno peninggalan Belanda, kata dia, merupakan destinasi terbaik dari kawasan serupa di daerah-daerah lainnya, termasuk Kota Tua Jakarta.
     Kebetulan, kata sosok kelahiran Padang, 2 Januari 1970 itu, Kota Lama Semarang masih mempertahankan bentuk lamanya, khususnya bangunan sehingga memudahkan sineas untuk membuat film tentang sejarah.
     “Kota Lama Semarang menggambarkan keberadaan Indonesia di masa lalu,” kata John yang pernah menyutradarai film “Mencari Madonna (2004), Denias Senandung Di atas Awan (2006), dan Obama Anak Menteng (2010) itu. (El)