Home Headline Layanan Seks, Modus Baru Pelaku Pencurian Motor

Layanan Seks, Modus Baru Pelaku Pencurian Motor

825

Kendal, 03/12 (Beritajateng.net) – Modus pencurian sepeda motor kini semakin beragam. Bahkan, kini pelayanan seks juga menjadi salah satu modus yang patut diwaspadai. Seperti yang dilakukan Lusianti (33) warga dukuh Sidorejo desa Buntusari kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Ia membawa kabur motor milik para korban setelah melayaninya di kamar hotel melati yang berada di Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal.

Wanita yang berprofesi sebagai pekerja seks komersil (PSK) ini mengaku selalu menawarkan jasa pelayanan esek-esek terlebih dahulu kepada para pria hidung belang yang menghampirinya saat menjajakan diri. Setelah korban dilayani lalu tertidur atau sedang berada di kamar mandi hotel, ia mengambil Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kunci motor beserta kendaraan roda dua milik korban.

“Terkadang saya juga meminjam motor dengan meminta kunci dan STNK nya untuk membeli rokok atau minuman. Tetapi motor tersebut saya bawa untuk dijual ke penadah. Sedangkan korban saya tinggalkan di hotel,” akunya saat gelar perkara di Mapolres Kendal Rabu (3/12).

Lusianti menuturkan selalu berhasil dengan menggunakan modus tersebut. Bahkan sudah tujuh pria hidung belang menjadi korbannya. “Tiga diantaranya waktu ngamar di daerah Kabupaten Batang, dan empat lainnya di Kabupaten Kendal. Motor-motor tersebut lalu saya jual ke mantan suami saya yang bernama Adik Muji Masrofik dan temannya,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihhartono melalui Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Ardiansyah menjelaskan tersangka sudah melakukan pencurian sepeda motor di delapan tempat kejadian berbeda. “Tujuh diantaranya dengan mengelabuhi para pria hidung belang dan terakhir ia membawa kabur motor milik teman sesama PSK yang meminta untuk diantar mencari penglaris. Namun ketika di jalan yang menanjak di Kecamatan Rowosari tersangka meminta korban turun terlebih dahulu. Setelah korban turun motor tersebut langsung dibawa lari oleh tersangka,” terangnya.

Polisi saat ini baru mengamankan sebuah motor Honda Spacy dengan nomor polisi H 3546 AFG yang merupakan hasil kejahatan tersangka terakhir kali. Sedangkan tujuh motor lainnya masih dalam pencarian. Selain menangkap Lusianti, polisi juga menangkap dua orang lain termasuk mantan suaminya yang berperan sebagai penadah motor hasil kejahatan wanita tambun ini. Tersangka akan dijerat pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (DK/BJ)