Home Life Style ‘Lawang Sewu Expo’ Pameran Transformasi Layanan Perkeretaapian Indonesia

‘Lawang Sewu Expo’ Pameran Transformasi Layanan Perkeretaapian Indonesia

369
0

komunitas lawang sewu

Semarang, 25/9 (BeritaJateng.net) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar “Lawang Sewu Expo” yang memamerkan sejarah perkeretaapian di Indonesia, termasuk transformasi pelayanan yang dilakukan.

“Beberapa tahun terakhir, apresiasi masyarakat terhadap moda transportasi kereta api (KA) semakin meningkat,” kata Kepala PT KAI Daerah Operasi IV Semarang Sucipto Susilo Hadi di Semarang, Jumat (25/9).

Hal tersebut diungkapkannya di sela pembukaan “Lawang Sewu Expo 2015” yang berlangsung di Gedung Lawang Sewu Semarang untuk memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-70 perusahaan pelat merah itu.

Apalagi, kata dia, perluasan pelayanan yang diberikan KAI tidak hanya pada angkutan penumpang, melainkan pada angkutan barang, dan sebagainya yang ditangani oleh anak-anak perusahaan PT KAI.

Makanya, ia mengatakan selama tiga hari ke depan masyarakat bisa menyaksikan sejarah dan transformasi layanan perkeretaapian yang diberikan PT KAI dalam 70 tahun ini melayani masyarakat.

“Selain pameran sejarah perekeretaapian, anak-anak perusahaan PT KAI juga kami hadirkan pada kesempatan ini agar masyarakat mengetahui apa saja perkembangan pelayanan yang diberikan,” katanya.

Yang jelas, Susilo mengatakan KAI ingin menunjukkan sekarang ini telah bertransformasi menjadi perusahaan yang profesional dan menjadi pilihan masyarakat dalam moda transportasi KA.

Sementara itu, Manager Museum Manajemen PT KAI Sapto Hartoyo mengatakan seluruh anak perusahaan PT KAI diundang untuk membuka stan pada pameran yang berlangsung mulai 25-27 September 2015.

Anak-anak perusahaan PT KAI yang dimaksud, yakni PT Reska Multi Usaha, PT Railink, PT KAI Commuter Jabodetabek, PT KA Pariwisata, PT KA Logistik, dan PT KA Property Management.

“Masyarakat bisa mengetahui layanan apa saja yang diberikan, termasuk dari para mitra kami, seperti PT Industri Kereta Api (Inka) dengan produk-produk apa saja yang sudah dikeluarkannya,” katanya.

Ada pula Satuan Kerja Jalur Ganda Kementerian Perhubungan, kata dia, selama ini jalur-jalur mana yang sudah diubah menjadi “doubletrack” (jalur ganda) dari semula jalur tunggal (singletrack). (Bj)