Home Headline Lawan Hoax, Jasmev Gencar Suarakan Kinerja Jokowi Lewat Media Sosial

Lawan Hoax, Jasmev Gencar Suarakan Kinerja Jokowi Lewat Media Sosial

234
0
Jasmev Gencar Suarakan Kinerja Jokowi Lewat Media Sosial

SEMARANG, 3/3 (BeritaJateng.net) – Semarak pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 saat ini bukan hanya ramai di dunia nyata. Melainkan di Dunia Maya atau Media Sosial pun diramaikan oleh perang tagar oleh warganet, baik yang menyudutkan salah satu pasangan calon (Paslon) maupun yang mendukung salah satu paslon lainya.

Melihat Dinamika Media Sosial yang semakin menjadi-jadi, memicu komunitas relawan media sosial pendukung Jokowi ini untuk kembali beraktivitas.

Setelah sukses membantu pemenangan Joko Widodo di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 (sebagai Jokowi Ahok Social Media Volunteers) dan Pilpres tahun 2014 silam (sebagai Jokowi Advanced Social Media Volunteers), JASMEV kembali aktif dengan harapan dapat menanggulangi hoax dan menyebarkan kampanye positif di media sosial.

Koordinator JASMEV Semarang Shafigh Pahlevi mengatakan, di tengah ramainya informasi hoax di media sosial yang menyerang pasangan calon presiden Jokowi-Ma’ruf perlu dilakukan sebuah langkah untuk menetralisirnya. Salah satunya yakni dengan menyebarkan konten atau berita positif.

“Misalnya kita sebarkan informasi positif terkait capaian kinerja dari Pak Jokowi. Ini lho, kita dari jakarta ke semarang pakai tol jadi lebih cepat, ini lho saat ini sektor pariwisat di Indonesia semakin maju,” ungkapnya.

Sehingga, pelatihan How to Make Hypo Champaign ini sangat lah penting. Salah satunya bertujuan untuk netizen dapat menyuarakan capaian kinerja dari Pemerintahan Jokowi.

“Dengan adanya ini, Netizen bisa menyuarakan apa yang sudah dirasakan para netizen berkat pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi,” imbuhnya.

Sementara itu, Digital Strategis JASMEV, Rendy D Herison mengatakan, untuk menangkal semua berita hoax yang menyerang Jokowi – Amin, JASMEV saat ini terus melakukan kegiatan pelatihan terkait dengan penggunaan media sosial terhadap para relawan.

“Para relawan kita bekali dengan Hypo Champaign, dimana para relawan kita ajarkan untuk menyebarkan opini positif. Jadi bagaimana kita memasukan informasi itu ke alam bawah sadar mereka, sehingga nanti bisa menyebarkan,” Katanya, usai kegiatan Pelatihan ‘How to Make Hypo Champaign’ di Star Hotel, Minggu (3/3).

Menurut Rendy, teori Hypo Champaign yang diterapkan tersebut bertujuan untuk mendekatkan apa yang dibutuhkan dan menjauhkan apa yang tidak dibutuhkan oleh pasangan Jokowi Ma’ruf. Apalagi, saat ini serangan negatif di media sosial yang ditunjukan untuk Jokowi sudah sangat masif.

“Dan teori ini sudah dilakukan oleh banyak orang. Misalnya saja pemilu di Amerika, Trump bisa menang salah satunya dia sudah melakukan hal ini,” ungkapnya.

Selain itu, Rendy juga mengungkapkan, dalam posisi saat ini pihaknya sepertihalnya berperan sebagai pemadam kebakaran, artinya JASMEV akan membantah informasi hoax yang menyerang paslon 01 dengan informasi dan pembentukan opini yang positif.

“Ini yang sedang terjadi saat ini yang buruk di lekatkan ke jokowi, kami membekali relawan untuk bisa mmebantah itu,” tegasnya.

Sampai saat ini, lanjut Rendy, JASMEV sudah melakukan beberapa pelatihan terkait kampanye positif dan penanggulangan hoax di media sosial.

“Pertama kita gelar di Jakarta, kemarin kita di Solo, Hari ini kita di Semarang. Kami akan terus tour untuk melakukan pelatihan terhadap relawan-relawan,” imbuhnya. (El)