Home News Update Laporan Pelanggaran Paslon Tidak Terbukti

Laporan Pelanggaran Paslon Tidak Terbukti

600
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Semarang, 15/9 (BeritaJateng.net) – Panwas Pemilihan Kota Semarang hingga saat ini sudah menyelesaikan lima laporan yang masuk lembaga ini.

Hasil kajian dan tindak lanjut yang sudah dilakukan oleh Panwas Pemilihan Kota Semarang dengan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) mengenai laporan dugaan pelanggaran lima kasus tersebut tidak ada pelanggaran.

Ketua Panwas Pemilihan Kota Semarang, Muhammad Amin yang mengampu Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia didampingi anggota Divisi Penindakan Pelanggaran, Parlindungan Manik dan anggota Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bekti Maharani menyatakan hal tersebut di ruang kerjanya, Selasa (15/9).

Kelima laporan tersebut yaitu, pertama dugaan pelanggaran pemberian uang oleh pasangan calon (paslon) 1 Soemarmo HS kepada korban kebakaran di Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur pada Senin 31 Agustus 2015.

Pelapor yaitu tim kuasa hukum pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Hendi-Ita beralamatkan Jl. Perum Grafika Pesona Asri No. 8 Semarang.

Panwas Kosem sudah melakukan klarifikasi, baik pihak saksi dan terlapor, serta kajian fakta hukum. Dari hasil klarifikasi dan kajian Panwas Pemilihan Kota Semarang telah memperoleh kesimpulan bahwa tidak ada unsur kampanye dari kegiatan yang dilakukan oleh Soemarmo.

Tidak ada ajakan memilih dan tidak ada juga yang mengenakan atribut paslon maupun partai, baik kaos, simbol, stiker, atau bentuk lainnya yang menunjukkan identitas pasangan calon nomor urut 1, Soemarmo HS-Zuber S.

“Dugaan pelanggaran kampanye pemilihan sesuai pasal 73 UU No. 8 Tahun 2015 jo. PKPU Nomor 7 tahun 2015 iipasal 69, tidak terbukti, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti,” kata Muhammad Amin.

Kedua, kegiatan Pemberian sejumlah uang oleh H. Supriyadi, S.Sos kepada korban kebakaran di Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara pada Senin, 31 Agustus 2015.

Pelapor Tim Kuasa Hukum pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Marmo-Zuber Jl. Bukit Umbul No. 2 RT 05/RW 04 Kel. Sumurbroto, Banyumanik.

“Dari hasil klarifikasi dan kajian Panwas Pemilihan Kota Semarang telah memperoleh kesimpulan bahwa tidak ada unsur kampanye dari kegiatan yang dilakukan oleh H. Supriyadi. Tidak ada ajakan memilih dan tidak ada juga yang mengenakan atribut paslon maupun partai, baik kaos, simbol, stiker, atau bentuk lainnya yang menunjukkan identitas pasangan calon nomor urut 2, Hendi-Ita. Dugaan pelanggaran kampanye pemilihan sesuai pasal 73 UU No. 8 Tahun 2015 jo. PKPU Nomor 7 tahun 2015 iipasal 69, tidak terbukti, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti,” sambung Parlindungan Manik.

Ketiga, kegiatan pemberian sejumlah uang oleh Hendrar Prihadi dalam reses yang ditumpangi kampanye di Candisari, pada Senin, 31 Agustus 2015.

Pelapor Tim Kuasa Hukum pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Marmo-Zuber Jl. Bukit Umbul No. 2 RT 05/RW 04 Kel. Sumurbroto, Banyumanik.

Dari hasil klarifikasi dan kajian Panwas Pemilihan Kota Semarang, Bekti Maharani menjelaskankan telah memperoleh kesimpulan bahwa pada hari tersebut, kegiatan reses telah diganti oleh jadwal kampanye dialogis Hendi-Ita.

Mengenai uang yang dibagikan adalah uang Saudara Ediningsih yang bertujuan untuk sedekah saja, tidak ada kaitannya dengan kampanye Hendi-Ita.

“Dugaan pelanggaran kampanye pemilihan sesuai pasal 73 UU No. 8 Tahun 2015 jo. PKPU Nomor 7 tahun 2015 iipasal 69, tidak terbukti, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara dalam laporan keempat, sambung Muhammad Amin adalah kegiatan penggunaan fasilitas negara pada kegiatan pameran oleh pasangan calon Walikota nomor urut 2, Hevearita Gunaryanti, di atrium lantai 1 Java Mall, Semarang.

Pelapor, Tim Kuasa Hukum pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Marmo-Zuber Jl. Bukit Umbul No. 2 RT 05/RW 04 Kel. Sumurbroto, Banyumanik.

Dari hasil Klarifikasi dan kajian Panwas Pemilihan Kota Semarang telah memperoleh kesimpulan bahwa tidak ada unsur kampanye dan penggunaan fasilitas Negara oleh Hevearita Gunaryanti.

Hevearita dalam kegiatan tersebut sebagai tamu undangan yang memang sudah dijadwalkan dari Bulan Januari 2015. Dalam sambutannya tidak ada unsur kampanye dan pihak yang menemani tidak menggunakan identitas atau atribut paslon nomor urut 2 tersebut.

Dugaan pelanggaran kampanye pemilihan sesuai pasal 69 UU No. 8 Tahun 2015 jo. PKPU Nomor 7 tahun 2015 iipasal 66, tidak terbukti, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti.

Laporan kelima adalah kegiatan menjanjikan modal oleh Hendrar Prihadi kepada PKL Tlogosari di rumah DR Ngadino, Jl. Majapahit, Semarang, pada 31 Agustus 2015.

Pelapor, Tim Kuasa Hukum pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Marmo-Zuber, Jl. Bukit Umbul No. 2 RT 05/RW 04 Kel. Sumurbroto, Banyumanik.

Dari hasil Klarifikasi dan kajian Panwas Pemilihan Kota Semarang telah memperoleh kesimpulan bahwa tidak ada unsur menjanjikan modal oleh Calon Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dalam kegiatan tersebut.

Hendrar Prihadi hanya memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan. Dugaan pelanggaran kampanye pemilihan sesuai pasal 73 UU No. 8 Tahun 2015 jo. PKPU Nomor 7 tahun 2015 iipasal 69, tidak terbukti, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti. (BJ)

Advertisements