Home News Update Laporan Dana Awal Kampanye, Sibagus Terbanyak MaZu Paling Kecil

Laporan Dana Awal Kampanye, Sibagus Terbanyak MaZu Paling Kecil

Tiga calon Walikota Semarang yang dipertemukan bersama saat dialog budaya di TBRS.
Tiga calon Walikota Semarang yang dipertemukan bersama saat dialog budaya di TBRS.
Tiga calon Walikota Semarang yang dipertemukan bersama saat dialog budaya di TBRS.

Semarang, 28/8 (BeritaJateng.net) – Tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang telah menyampaikan laporan dana awal kampanye (LADK) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

Dari ketiga paslon, Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso “Sibagus” merupakan paslon yang memberikan laporan dana terbanyak sebesar Rp. 3 miliar.

Disusul kemudian paslon Hendrar Prihadi-Hevearita “Hebat” sebesar Rp. 500 juta dan paslon Soemarmo HS – Zuber Safawi “MaZu” melaporkan dana awal kampanye sebesar Rp. 100 juta.

Divisi Hukum, Kampanye, Pencalonan dan Pengawasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Agus Suprihanto mengatakan, sesuai ketentuan pasal 21 an 22 PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Dana kampanye peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Walikota, maka pasangan calon wajib menyusun dan menyempaikan Laporan Dana Awal Kampanye (LDAK).

“Laporan dana kampanye yang mencakup laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye itu harus dilaporkan pada KPU kalau tidak dilaporkan maka bisa di diskualifikasi,” ujar Agus di ruang KPU Gedung Pandanaran Lantai 5 Semarang.

Menurutnya, cakupan informasi dalam LDAK yakni berisi rekening khusus dana kampanye, sumber perolehan saldo awal atau saldo pembukaan, rincian perhitungan penerimaan dan pengeluaran yang diperoleh sebelum pembukaan rekening khusus dana kampanye dan penerimaan dana yang bersumber dari pasangan calon atau partai politik atau gabungan partai politik dan pihak lain.

“Pengawasan akan dilakukan KPU melalui akuntan publik. Akuntan publik nantinya mengaudit laporan berdasarkan rekening paslon,” ungkapnya.

Agus berharap laporan dana dilakukan dengan transparan, jujur dan terbuka oleh pasangan calon agar pelaksanaan Pilwakot berjalan seperti yang diharapkan. (Bj05)