Home Lintas Jateng Lapak Pasar Wonodri Mulai Diundi

Lapak Pasar Wonodri Mulai Diundi

613
       SEMARANG, 18/1 (BeritaJateng.net) – Dinas Perdagangan Kota Semarang mulai melakukan pengundian lapak pedagang untuk Pasar Wonodri Baru. Pengundian dilakukan di aula Kantor Kelurahan Wonodri.
        Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pengundian akan dilakukan secara bertahap yakni selama tiga hari, atau sampai hari Minggu ((19/1) mendatang.
        Bangunan baru Pasar Wonodri sendiri dapat menampung 884 pedagang, yang terdiri dari, 300 pedagang untuk lantai satu, 301 pedagang untuk lantai dua, dan 283 pedagang untuk lantai tiga.
         “Pengundian kita lakukan bertahap sampai hari Minggu (19/1). Dengan harapan Senin (20/1) pasar atau kegiatan pedagang sudah bisa beroperasi,” katanya, usai melakukan tinjauan pengundian di Pasar Wonodri, Jumat.
         Sementara usah pengundian selesai, pihaknya memberi batas waktu 7 hari bagi pedagang untuk masuk ke bangunan Pasar Wonodri Baru.
        “Kemarin Kamis (17/1) sudah kami undi sembako kios dan los terlebih dahulu untuk selanjutnya dilanjutkan hingga hari minggu. Beberapa pedagang memang ada yang khawatir tidak semua pedagang mau masuk. Namun kami tegas harus semua masuk disini, kami beri waktu tanggal 25 maksimal,” tegasnya.
        Adapun keluhan pedagang Pasar Wonodri yakni keberadaan pedagang yang berada di depan Metro dikhawatirkan akan mempengaruhi jumlah pembeli yang masuk ke bangunan baru yang notabenya lebih jauh dan memiliki tiga lantai.
         “Yang menjadi keluhan pedagang yang gang di metro, itu kan selalu menganggu lalulintas, saya sudah pastikan begitu mereka pindah kesini seminggu akan kami bongkar dan akan kami relokasi,” ungkapnya.
        Penertiban pedagang yang berada di depan Metro, Lanjut Fajar dapat menimbulkan kecemburuan bagi pedagang PAsar Wonodri. Olehkarenanya, pihaknya berjanji pasca semua pedagang pindah ke dalam bangunan baru, akan dilakukan penertiban untu pedagang metro.
         “Karena apa? pasti akan menimbulkan kecemburuan, karena masyarakat kita terbiasan mencari tempat yang dekat, pasti jika metro kita biarkan, pembeli akan lari kesana. kita pastikan setelah persemian kami akan lakukan penataan disana,” ungkapnya.
          Terkait dengan zonasi penempatan pedagang Pasar Wonodri, Fajar menjelaskan pihaknya hingga saat ini masih melakukan koordinasi dengan pedagang, sehingga untuk zonasi pedagang belum dapat ditentukan. “Zonasi, masih kita maping, dan kita rembug dengan pedagang,” imbuhnya.   (El)