Home Headline Langgar Aturan PKM dan Nekat Jual Miras, Risen Cafe n Lounge Ditindak...

Langgar Aturan PKM dan Nekat Jual Miras, Risen Cafe n Lounge Ditindak Satpol PP

369

Semarang, 20/5 (BeritaJateng.net) – Akibat melanggar aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) mengenai aturan jam buka usaha, Risen Cafe n Lounge ditindak tegas petugas gabungan, Selasa (19/5/2020) malam.

Selain melanggar aturan PKM, kafe yang ada di Jalan Medoho Raya 1 Semarang ini juga melanggar Perda No. 9 Tahun 2009 karena menjual minuman keras.

“Dalam aturan Perwal 28 Tahun 2020 Risen Cafe n Lounge melanggar aturan karena buka hingga malam hari dan juga menjual minuman keras berbagai merek dengan kandungan alkohol golongan B dan C,” terang Kasat Pol Kota Semarang Fajar Purwoto, Kamis.

Menurut Fajar, dalam penertiban PKM, petugas gabungan yang terdiri Satpol PP Kota Semarang, Dinas Kesehatan dan Posko Kecamatan menyita tiga dus minuman keras berbagai merek.

“Kafe terpaksa kita tindak tegas karena buka diatas pukul 21.00 dan kita sita minuman kerasnya karena melanggar Perda tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol,” tambah Fajar.

Lebih lanjut Mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang ini mengatakan, kegiatan penertiban dalam rangka penegakkan PKM untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Selain melanggar jam buka, Risen Cafe n Lounge ini tidak menjalankan protokol kesehatan dan pengunjung bebas berkerumun,” tandasnya.

Lebih jauh Fajar menegaskan, dari gencarnya razia petugas gabungan PKM, hampir seluruh tempat usaha seperti kafe, PKL dan angkringan telah taat terhadap aturan PKM.

“Hampir seluruhnya telah tertib aturan PKM, tapi masih ada yang tidak mentaati makanya ditindak tegas,” tandas.

Fajar mengatakan, keberhasilan PKM, apakah nantinya diperpanjang atau tidak tergantung pada kedisiplinan diri dalam menjalankan aturan.

“Dengan disiplin diri yang bagus, maka penyebaran Covid-19 akan dapat ditekan, sehingga angka penyebaran virus juga akan hilang sehingga tidak perlu ada perpanjangan PKM, tapi sebaliknya kalau masyarakat tidak berdisiplin kemungkinan besar PKM akan diperpanjang,” terang Fajar.

Untuk itu lanjut Fajar, pihaknya meminta kepada masyarakat Kota Semarang untuk bergerak bersama memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan mematuhi aturan PKM.

“Sebentar lagi lebaran, ikuti anjuran pemerintah dengan sholat idul fitri di rumah masing-masing, kalau terpaksa harus berbelanja kebutuhan lebaran gunakan masker, jaga jarak dan segera pulang untuk mencegah penularan,” pungkas Fajar. (El)