Home Headline Lakukan Penggelembungan, Ketua KPPS Ditangkap

Lakukan Penggelembungan, Ketua KPPS Ditangkap

Semarang, 10/12 (BeritaJateng.net) – Kuasa hukum pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang Soemarmo HS-Zuber Safawi melaporkan dugaan kecurangan penggelembungan surat suara kepada pengawas pemilu (Panwaslu) kota Semarang.

Aksi penggelembungan suara dilakukan tiga warga yakni Yanto warga Kampung Lodan yang tidak lain adalah ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan dua saksi Salichin dan Asep Riyadi di TPS 10 Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara.

Kuasa hukum Soemarmo Hs-Zuber Safawi, Rangkey Margana menjelaskan, ada dugaan pelanggaran penggelembungan suara oleh pasangan calon nomor urut 2 Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan kerjasama KPPS dan saksi.

“Tertangkap seorang ketua KPPS dan dua warga¬† yang diduga melakukan penggelembungan suara di TPS 10 Bandarharjo. Modusnya pada tanggal 8 Desember malam mereka dititipi surat suara dari paslon 2. Kemudian pada pagi harinya mereka sengaja memasukkan kedalam surat suara yang telah di coblos paslon nomor urut 2 kedalam kota suara,” ujar Rangkey.

Salichin mengakui menyelipkan 5 lembar surat suara yang sudah dicoblos pasangan calon nomor 2 di dalam baju untuk kemudian dimasukkan ke kotak suara. Setelah diamankan dan ditanyai warga, Salichin mengaku jika dirinya mendapat perintah dari Yanto yang merupakan Ketua KPPS TPS 10 Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara.

Pada saat penghitungan, Yanto kembali menambahkan 5 lembar surat suara yang sudah dicoblos paslon nomor 2. Aksi yang sama juga dilakukan Asef yang menerima 15 lembar surat suara yang sudah dicoblos paslon nomor 2 dari seseorang yang bernama Wisnu.

“Dia memasukkan surat suara dengan membelangkangi penjaga surat suara. Dengan sengaja mencari peluang dikala lengah,” imbuhnya.

Menurut Rangkey, suara yang digelembungkan sekitar 20 persen di TPS Bandarharjo.

“Diduga masih ada penggelembungan suara di TPS lain, utamanya di pelosok-pelosok daerah,” katanya.

Sementara itu, Divisi Penindakan dan Penanganan Panwaslu kota Semarang Parlindungan Manik menyatakan masih mendalami permasalahan pelanggaran yang dilaporkan kuasa hukum Soemarmo-Zuber.

“Masih kami kaji, masih mencari bukti untuk menguatkan juga. Baru setelah itu diputuskan termasuk pelanggaran apa dan bagaimana penindakannya,” ujar Parlindungan.

Ia menjelaskan, selama ini banyak laporan terkait pelanggaran baik berupa pelanggaran administratif, money politik hingga penggelembungan suara.

“Penindakan yang dilakukan sesuai peraturan yang ada, Panwas kota Semarang akan mengkaji dan mendalami keterangan lebih lanjut, setidaknya membutuhkan waktu sekitar 3+2 hari baru bisa didapatkan keputusan,” tambahhya. (Bj)