Lakukan Pemerasan, Ketua RT di Semarang Dituntut 5 Tahun Bui

Semarang, 9/6 (BeritaJateng.net) – Ong Budiono, Ketua RT02/RW02, Karangayu, Semarang Barat, Kota Semarang, yang dikriminalisasi oleh salah seorang warganya atas dugaan pemerasan Rp2,1 juta, dituntut hukuman lima tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum Akhyar Sugeng Widiarto dalam sidang yang diketai Hakim Bakri di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, menyatakan, terdakwa terbukti bersalah Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.

Selain mengalami kerugian Rp2,1 juta, Setiadi Hadinata yang menjadi korban atas tindak pidana yang dilakukan terdakwa juga mengalami kerugian imaterial sebesar sekitar Rp10 miliar karena omzet tempat usahanya menurun.

Dalam pertimbangannya, jaksa menilai terdakwa sebagai Ketua RT seharusnya memberi teladan bagi warganya.

Atas tuntutan jaksa tersebut, hakim selanjutnya memberi kesempatan untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan.

Sebelumnya, Setiadi Hadinata, warga Jakarta, melaporkan Ong Budiono, RT02/RW02, Karangayu, Semarang Barat, atas dugaan pemerasan.

Permasalahan itu berawal ketika Setiadi membeli ruko di wilayah tersebut dan diminta untuk membayar iuran untuk kontribusi lingkungan setempat.

Setelah beberapa kali datang dalam pertemuan RT dan membayar iuran, Setiadi tidak pernah terlihat lagi dalam pertemuan serupa.

Pengurus RT kemudian mengirimkan surat tagihan tunggakan iuran kepada Setiadi yang mencapai Rp6,5 juta.

Namun, tagihan tunggakan tersebut justru dijawab Setiada dengan surat yang menyatakan dirinya bukan warga RT tersebut.

Warga yang tidak terima mengancam akan menutup akses belakang ruko Setiadi yang justru berakhir dengan laporan polisi.

Laporan ke polisi tersebut akhirnya dicabut oleh Setiadi, meski sejumlah warga telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Namun, warga justru menggugat Setiadi secara perdata karena dinilai meresahkan akibat laporannya ke polisi.

Gugatan perdata warga kalah di pengadilan tingkat pertama dan banding.

Mereaksi gugatan itu, Setiadi melaporkan kembali Ketua RT Ong Budiono ke polisi, kali ini ke Bareskrim Mabes Polri.

Kasus tersebut terus berlanjut dengan penetapan status Budiono sebagai tersangka. (El)

Tulis Komentar Pertama