Home Lintas Jateng Lahan Pemkot di Jalan Kusumawardani Diserobot Warga

Lahan Pemkot di Jalan Kusumawardani Diserobot Warga

995

 

Semarang, 14/12 (BeritaJateng.net) – Kasus penyerobotan tanah milik Pemerintah kota (Pemkot) Semarang di Jalan Kusumawarani Pleburan Semarang mulai bergulir, dengan memanfaatkan jabatannya sebagai Mayor Angkatan Laut, lahan milik Pemkot Semarang bakal disulap jadi tempat usaha.

Hal ini diketahui berdasarkan keterangan Lurah Pleburan Eka Kriswati saat ditemui BeritaJateng.net.

Ia menjelaskan jika seorang warga di Jalan Kusumawardani bernama Setyo alias Gembur mendatangi kelurahan Pleburan untuk ketemu Bu lurah. Setyo menyampaikan akan penggunaan lahan taman di jalan Kusumawardani pleburan untuk usaha.

“Rencananya lahan dipaving oleh kakaknya yang mengaku bernama Joko berpangkat Mayor Angkatan Laut dari Surabaya dan akan digunakan sebagai tempat usaha,” katanya.

Lurah Pleburan Eka Kriswati kemudian menyarankan untuk mengikuti sesuai prosedur di Pemkot Semarang yakni meminta izin lewat Dinas Kebersihan dan Pertamanan maupun bagian kerjasama Setda Pemkot Semarang untuk mengurus izin dan keperluan lain.

“Bukannya beritikad baik, Setyo justru dengan nada keras mengatakan, ‘Gak usah izin-izin nanti kelamaan .Nanti biar kakak saya yang hubungi pak Walikota,” ujar Eka.

Lahan taman milik Pemkot Semarang tersebut awalnya terpasang papan nama “TANAH MILIK PEMKOT SEMARANG”, namun sekarang papan itu dikubur dibawah paving.

Sementara itu, Kabid Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Semarang, Budi Prakoso saat dihubungi BeritaJateng.net membenarkan bahwa dirinya pernah ditelpon oleh mayor Joko yang mengaku dari Angkatan Laut Surabaya.

“Pernah telpon dengan nada paksa bahwa taman Kusumawardani akan digunakannya. Belum kami beri izin, sekarang malah sudah di paving dan dibersihkan lahannya,” katanya.

P_20151212_155335

Berdasarkan pantauan, beberapa pekerja telah memulai proses pembangunan. Pavingisasi dan pembetonan lahan sudah selesai dikerjakan.

“Pemkot Semarang harus bertindak tegas agar tidak ada penyerobotan lahan milik Pemkot Semarang, terlebih menggunakan jabatan sebagai kedok penyerobotan lahan,” imbuhnya. (Bj)

Advertisements