Home Ekbis Laba Phapros Tumbuh 24 Persen di Semester I/2017

Laba Phapros Tumbuh 24 Persen di Semester I/2017

776
Produksi obat-obatan PT Phapros.
        JAKARTA, 15/10 (BeritaJateng.net) – PT Phapros, Tbk yang juga merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menunjukkan pertumbuhan kinerja pada semester I/2017 di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional.
         Berdasarkan laporan keuangan audited yang telah dipublikasi kan pada akhir September lalu, perusahaan farmasi nasional ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 35,3 miliar atau tumbuh 24% dari periode yang sama tahun lalu.
         Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) mengatakan, pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan. “Selama periode Januari sampai Juni penjualan kami meningkat sebesar 8%,” ujarnya.
          Pertumbuhan penjualan tersebut terjadi di semua portofolio produk obat Phapros, baik obat jual bebas (OTC), obat generik, maupun etikal. “Pertumbuhan penjualan terbesar ada pada produk etikal sebesar 12,4% dibandingkan tahun lalu,” kata Emmy.
            Secara keseluruhan, obat generik masih menjadi penopang penjualan produk Phapros. Selama semester I/2017, obat generik menyumbang 50% dari total penjualan. Di tahun 2017, Phapros menargetkan pendapatan Rp 1 triliun dan laba bersih hingga Rp 100 miliar hingga akhir tahun. Emmy optimis target ini pasti tercapai meski realisasi pada semester I/2017 masih sebesar 37% dari target. Adapun aksi perusahaan yang akan dilakukan untuk mengejar target tahun ini adalah dengan  menggenjot penjualan obat generik yang sudah dimenangkan Phapros lewat e-catalog yang realisasi pada semester I/2017 masih rendah.
           Berdasarkan pengumuman yang disampaikan LKPP pada pada awal Maret lalu, tahun ini Phapros kembali berhasil memenangkan tender e-catalogue. Ada 41 obat generik yang dimenangkan Phapros dengan total nilai mencapai Rp498 miliar atau sekitar 16% dari keseluruhan nilai omzet yang ditawarkan e-catalogue yang mencapai lebih dari Rp 3 triliun.
            “Jumlah ini naik sebesar 83% dari total nilai yang kami dapatkan pada saat lelang e-catalogue tahun 2016 lalu,” ujar Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy). (Bj/El)