Home Headline KWT di Semarang Utara Antusias Ikut Lomba Urban Farming

KWT di Semarang Utara Antusias Ikut Lomba Urban Farming

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu memanen sayuran di KWT Indah Laksana Kecamatan Semarang Utara.

SEMARANG, 20/6 (BeritaJateng.net) – Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Semarang Utara sangat antusias dengan adanya lomba urban farming. Hasil kerja keras selama empat bulan membuat urban farming bakal diapresiasi oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Lomba urban farming sengaja digelar oleh Mbak Ita, sapaan wakil walikota, bagi KWT di lingkup Kecamatan Semarang Utara.

Urban farming menjadi alternatif bagi warga Kota Semarang yang tergabung dalam KWT, untuk tetap produktif selama pandemi Covid belum reda.

Dengan bersepeda gowes pagi, Mbak Ita sengaja blusukan meninjau KWT di lingkup Kecamatan Semarang Utara, yang dia rintis bersama LPMK setempat sejak 4 bulan lalu.

“3 atau 4 bulan lalu saya diajak oleh ketua LPMK Bandarharjo untuk bangaimana ibu-ibunya didorong urban farming. Dan saya juga nyatakan bahwa nanti akan kita lombakan mana yang terbaik,” kata Mbak Ita, usai meninjau KWT Padang Howo RW 8 Kelurahan Bandarharjo, Minggu 20 Juni 2021.

Mbak Ita menyebut, akan ada 12 KWT dari 12 kelurahan yang ada di Bandarharjo akan dikutkan lomba urban farming.

Serangkaian penjurian akan dilakukan dengan standar penilaian, diantaranya ada kekompakan dan manfaat hasil secara ekonomi bagi anggota dan masyarakat.

Selain itu, ada juga penilaian bagaimana urban farming mampu menginspirasi bagi yang lainnya.

“Seperti tadi ada KWT yang anak-anaknya justru malah senang ikut bergabung, meski perlu bimbingan,” katanya.

Mbak Ita bahkan mengusulkan, jika peran anak-anak bisa diberikan lahan khusus untuk bisa sambil belajar cara berkebun urban farming.

Dengan urban farming, kata Mbak Ita, bisa menjadi kegiatan outdoor anak yang sehat dan menyenangkan, selama belum masuk kegiatan belajar tatap muka.

“Anak-anak senang dan ada potensi belajar untuk menanam. Ini jadi kegiatan outdoor yang sehat selama belum PTM,” katanya.

Pada kesempatan itu Mbak Ita meninjau tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Bandarharjo, yakni KWT Bunda Ceria di RW 10, KWT Padang Jowo di RW 8, dan KWT Indah Laksana di RW 4.

Selanjutnya, rombongan dengan bersepeda menuju RW 3 Pangung Lor di Kelompok Tani Makmur sebagai sentra jahe merah dan untuk panen pisang. (Ak/El)