Home Lintas Jateng Kurangi Beban Jalan, Jalan Untung Suropati Dilebarkan

Kurangi Beban Jalan, Jalan Untung Suropati Dilebarkan

211
0
Jadi Jalur Alternatif Ke Ngaliyan, Jalan Untung Suropati - Abdurrahman Saleh Diperlebar dan Ditingkatkan.
        SEMARANG, 10/7 (BeritaJateng.net) – Tingginya beban jalan di Jalan Siliwangi yang menuju ke wilayah Ngaliyan dan Mijen, coba dikurangi oleh Pemerintah Kota Semarang. Salah satunya adalah melakukan pelebaran jalan di Jalan Untung Suropati dan Abdurrahman Saleh Semarang, dalam waktu dekat, pasalnya saat ini rencana pembangunan tersebut sedang masuk dalam tahap pelelangan.
        Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan sebelumnya mengawali proyek pelebaran jalan tersebut, Pemerintah melalui Satpol PP dan Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kedua jalan tersebut.
        “Beberapa waktu lalu sudah ditertibkan dan dibongkar, rencananya kedua ruas jalan ini akan dilebarkan untuk mengurangi beban jalan,” katanya.
        Iswar menerangkan akibat ditempati PKL ruang jalan milik Pemkot tersebut mengalami peyempitan, sementara beban jalan di Jalan Siliwangi kian tinggi bahkan pada jam-jam tertentu mengalami kemacetan. “Tujuannya adalah mnegembalikan ruang jalan milik Pemkot, karena statusnya milik Pemkot dan pada tahun 1980an sudah dibebaskan,” tuturnya.
        Dengan dilebarkan kedua ruas jalan tersebut, diharapkan bisa digunakan masyarakat sebagai jalan alternatif menuju Mijen, Ngaliyan ataupun daerah Boja, sehingga tidak melintasi kawasan perempatan Jrakah. “Kurang lebih lebarnya nanti sekitar 20 meter, paling tidak sama dengan Jalan WR Suprapto yang belum lama ini juga dilakukan pelebaran,”tambahnya.
        Terkait anggaran yang digunakan, lanjut Iswar rencananya akan menelan anggaran sekitar Rp 150 miliar yang diambil dari APBD Pemerintah Kota Semarang. “Nanti pengerhaannya dari Jambatan Tol Manyaran, sampai ke daerah Kalipancur (Jalan Untung Suropati,red) tepatnya dipertigaan menuju Gunungpati,” tukasnya. (El)