Home Hukum dan Kriminal Kurang dari Setahun KPPBC Dapati 550 Kasus Pelanggaran Kepabean dan Cukai

Kurang dari Setahun KPPBC Dapati 550 Kasus Pelanggaran Kepabean dan Cukai

Semarang, 17/11 (BeritaJateng.net) – Dalam kurun waktu Januari hingga November 2015 setidaknya terdapat 550 pelanggaran ketentuan kepabeanan dan cukai yang berhasil digagalkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) A Semarang, KPPBC TMP C Cilacap dan KPPBC Tipe Pratama Purwokerto serta KPPBC TMP Tanjung Mas.

Untuk KPPBC TMP A Semarang, sebanyak 5 kali penindakan di bidang kepabeanan, diantaranya termasuk penindakan terhadap 59 karung garment berisi 10.394 pcs legging, 8 karung benang berisi 3.423 cones benang, dan 119 roll kain. Barang tersebut berhasil dicegah saat dikeluarkan dan diangkut tanpa dilengkapi dokumen pabean dari kawasan berikat PT HGI di Banyumanik Semarang, 4 November 2015 lalu.

Sementara di bidang cukai, berupa 15 karton yang berisi 6.000 bungkus rokok yang tidak dilekati dengan pita cukai. Akibatnya, potensi kerugian negara mencapai Rp. 31 Juta, dan diduga melanggar Pasal 55 UU No. 39 tahun 2007 tentang cukai.

Lalu, KPPBC TMP C Cilacap di wilayah kerjanya melakukan 23 kali penindakan berupa 29.563 bungkus rokok berbagai merk yang diduga menggunakan pita cukai palsu. Ditaksir senilai Rp. 152 Juta negara merugi.

Masih di bidang cukai, KPPBC Tipe Pratama Purwokerto menindak 11 kali kasus berupa 363.708 batang rokok yang dicegah di wilayah tersebut. Modus penjualannya, rokok dengan cukai bekas dioplos dengan rokok berpita cukai asli dalam satu kemasan atau slop.

Sementara di KPPBC TMP Tanjung Emas melakukan dua kali penindakan tentang NPP (Narkotika Psikotropika dan Perkursor) berupa 1.227,5 gram sabu-sabu atau senilai Rp. 3,6 Miliar, pada tanggal 20 Juni dan 2 Juli 2015 lalu.

Pada kasus pertama yang terjadi pada tanggal 20 Juni 2015, sabu-sabu seberat 65 gram disembunyikan dalam frame skuter anak. Sedangkan pada tanggal 2 Juli 2015, sabu-sabu seberat 1.162,5 gram diselundupkan melalui importasi tas jinjing.

Selanjutnya, berkas perkara dan barang bukti tersebut dilimpahkan ke Ditserse Narkotik Polda Jateng.

Secara bersamaan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng-DIY melakukan pemusnahan sebanyak 32 Juta liter atau 17.850 botol dalam kemasan 1.800ml MMEA (minuman mengandul etil alkohol) dengan kadar alkohol sebesar 19,5%.

Selain itu, beberapa barang lain yang ikut dimusnahkan diantaranya produk garment, farmasi, herbal, airsoftgun, senjata tajam, sparepart senjata api dan CD/DVD serta buku impor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemusnahan barang dilakukan di pelataran gudang tempat penimbuan pabean Semarang, Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Selasa (17/11). (Bjt02)