Home Ekbis Kuota Elpiji DIY Minta Ditambah 23 persen

Kuota Elpiji DIY Minta Ditambah 23 persen

image
Yogyakarta meminta tambahan Kuotan Elpiji. Foto/ist

Yogyakarta, 7/1 (Beritajateng.net) – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta mengusulkan tambahan kuota elpiji bersubsidi tiga kilogram sebesar 22 persen dari kuota elpiji pada 2014 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ada kecenderungan peningkatan permintaan elpiji tiga kilogram dari masyarakat sehingga pada akhir tahun lalu, kami usulkan tambahan kuota melalui Pemerintah DIY,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Sri Harnani di Yogyakarta, Rabu.

Pada 2014, kuota elpiji tiga kilogram di Kota Yogyakarta adalah sebanyak 18.684 tabung per hari, dan akan bertambah menjadi 22.794 tabung per hari apabila usulan tersebut disetujui.

Peningkatan konsumsi elpiji tiga kilogram tersebut, lanjut Sri Harnani, dimungkinkan terjadi karena adanya migrasi pengguna elpiji 12 kilogram ke elpiji tiga kilogram, terlebih harga elpiji non subsidi mengalami kenaikan.

“Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, usulan penambahan kuota tersebut biasanya baru dijawab pada Maret. Besaran kenaikan pun bisa tidak sesuai dengan permintaan,” katanya.

Pada 2014, Pemerintah Kota Yogyakarta mengusulkan tambahan kuota elpiji tiga kilogram sebesar 17 persen namun hanya disetujui 15 persen.

Sedangkan mengenai ketersediaan dan harga elpiji tiga kilogram di wilayah, Sri Harnani hanya melakukan pengawasan dari agen hingga pangkalan tidak sampai ke tingkat pengecer.

“Kami pun sudah kewalahan mengawasi seluruh agen dan pangkalan karena jumlahnya cukup banyak. Biasanya kami hanya mengambil sampel saja,” katanya. Di Kota Yogyakarta tercatat ada 12 agen dan sekitar 600 pangkalan.

Upaya pencegahan jual beli elpiji bersubsidi ke luar kota, lanjut Harnani, dilakukan dengan pemberian warna yang berbeda untuk setiap “seal” elpiji tiga kilogram.

“Sudah ada warna-warna tertentu untuk ‘seal’ elpiji yang dijual di Kota Yogyakarta dan kabupaten lain. Jatah elpiji di Kota Yogyakarta tidak bisa dijual di kabupaten lain,” katanya.

Mengenai harga elpiji di tingkat pengecer yang bervariasi, Sri Harnani menyebut, Pemerintah DIY mewacanakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pangkalan. Saat ini, hanya ada HET di tingkat agen yaitu Rp12.750 per tabung.

Sebelumnya, Kepala Bidang Elpiji Tiga Kilogram Hiswana Migas DIY Iwan Setiawan mengatakan, konsumsi elpiji tiga kilogram di DIY meningkat sejak Desember 2014.

“Saat musim hujan, biasanya memang terjadi peningkatan konsumsi elpiji tiga kilogram. Selain itu ada indikasi perpindahan pengguna elpiji 12 kilogram ke tiga kilogram,” katanya.

Hiswana Migas, lanjut dia, akan melakukan evaluasi mengenai kebutuhan elpiji tiga kilogram di wilayah tersebut.(Ant/Bj02)