Home Headline Kunker Tidak Ditemui Dinas, Komisi C Merasa Dilecehkan

Kunker Tidak Ditemui Dinas, Komisi C Merasa Dilecehkan

622

BATANG, 2/8 (Beritajateng.net) – Dalam Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Jawa Tengah ke Kebun Dinas Wonorejo Kecamatan Tulis Kabupaten Batang yang dilaksanakan hari ini tidak nampak satu orangpun pejabat dari Dinas Perkebunan maupun jajarannya. Padahal Seluruh Anggota Komisi C hadir.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi Asfirla Harisanto, Wakil Ketua Miftah Reza dan Sekretaris Tetty Indarti. Mereka hanya diterima oleh pengelola kebun setempat. Merasa tidak dihargai dan justru dilecehkan, Asfirla Harisanto langsung mengajak rombongan untuk kembali ke Semarang.

Kepada wartawan, politisi yang akrab disapa Bogi ini menyatakan keheranannya dan tidak habis mengerti mengapa Kepala Dinas Perkebunan Jateng Suryo Banendro dan jajaran dibawahnya tidak ada satupun yang menemui anggota komisi yang berkunjung ke Kebun ini dalam rangka monitoring PAD tahun 2019.

“Kami sangat kecewa, jauh jauh kesini malah tidak ada satupun dari Disbun yang menemui. Ini pelecehan namanya,” katanya dengan nada tinggi.

Bogi mengatakan, Kebun Dinas Wonorejo disinyalir banyak memiliki masalah, kemungkinan mereka takut untuk menghadapi anggota komisi C yang terkenal kritis kritis dalam menilai sebuah persoalan.

“Kebun ini memang banyak masalah. Dari pengelolaan komoditas yang ditanam sampai proses penyewaan tanah kepada pihak lain,” bebernya.

Ditanya apa langkah yang akan ditempuh Komisi C dengan kondisi ini, Bogi mengatakan akan mengundang Dinas Perkebunan dalam rapat kerja di Komisi C dalam waktu dekat ini.

Anggota Komisi C dari Fraksi Partai Demokrat Bambang Eko Purnomo pada kesempatan yang sama mengatakan, dia bersama anggota komisi lainnya sebenarnya hanya ingin mengetahui progres pengelolaan kebun selama tahun 2019 ini dan sejauhmana pendapatan yang sudah diperoleh sampai dengan bulan Agustus ini.

“Kami hanya ingin mengetahui sejauhmana pendapatan kebun ini, berapa hektar yang sekarang ditanami, komoditas yang ditanam apa dan yang disewakan sekarang ini berapa luasannya,” katanya.

Selain itu, kata Bambang Eko, pihaknya akan mengadakan audit secara menyeluruh terhadap Kebun Wonorejo meliputi antara lain, Anggaran yang diperuntukkan berapa, hasil produksi berapa, total aset sampai total lostnya dibanding target yang diberikan ada berapa.

(NK)