Home Headline Kunjungi Pengungsi Merapi, Kepala BNPB dan Wagub Ingatkan Protokol Kesehatan

Kunjungi Pengungsi Merapi, Kepala BNPB dan Wagub Ingatkan Protokol Kesehatan

138

Semarang, 20/11 (BeritaJateg.net) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin ingatkan kembali kepada pengungsi Gunung Merapi dan masyarakat sekitar untuk tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan wajib 3M.

Penerapan disiplin protokol kesehatan wajib 3M tersebut disampaikan Doni Monardo bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin beserta jajarana saat melakukan peninjauan lokasi pengungsian di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020) pagi.

“Kami berharap seluruh hal yang berhubungan dengan protokol kesehatan wajib 3M, khususnya penanganan di wilayah ini betul-betul mendapatkan perhatian yang serius,” tuturnya.

Lanjutnya, protokol kesehatan merupakan hal penting, karena di lokasi pengungsian juga memiliki potensi yang besar terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Doni juga meminta agar seluruh pihak dari luar pengungsian agar mematuhi aturan protokol kesehatan yang sama apabila hendak berkunjung ke lokasi pengungsian. Sehingga dengan penerapan protokol kesehatan yang baik dan benar, maka penularan dapat dicegah.

“Saudara-saudara kita yang ada di sini punya risiko yang tinggi untuk terpapar COVID-19, apabila ada orang dari luar yang positif. Mengingat tempatnya juga relatif sangat terbatas. Oleh karenanya kita harapkan seluruh pihak yang berkunjung ke tempat-tempat pengungsian harus mematuhi ketentuan yang telah diberikan oleh pemerintah,” ungkap Doni.

Dalam peninjauan itu, Doni melihat bahwa warga pengungsian lebih banyak dari mereka yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, difabel hingga anak-anak. Oleh sebab itu, Doni meminta agar seluruh komponen yang memiliki kewenangan dalam penanganan pengungsi agar memberikan perhatian khusus. Sebab, kelompok rentan menjadi golongan yang mudah terpapar COVID-19.

“Bagi masayarakat yang kelompok rentan diharapkan untuk betul-betul bisa dilindungi. Untuk mereka yang lansia, punya masalah kesehatan, difabel, balita, ibu hamil dan menyusui ini mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh,” kata Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo juga menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan siaga darurat Gunung Merapi senilai Rp 1 Miliar.

Selain bantuan tersebut, BNPB juga memberikan dukungan bagi penanganan para pengungsi dalam kaitannya penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di lokasi yang menjadi tempat pengungsian sementara.

Adapun rinciannya adalah satu unit mesin antigen, 15.000 catridge antigen, 200.000 masker kain, 250 jerigen hand sanitizer masing-masing 4 liter kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali.

Dengan bantuan tersebut, Doni berharap agar aspek keselamatan dan kesehatan di tiap-tiap lokasi pengungsian dapat menjadi prioritas utama serta penanganan penungsi menjadi lebih baik.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini penanganan pengungsi jauh lebih baik,” pungkas Doni.

Usai melakukan peninjauan tempat pengungsi Gunung Merapi di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Kepala BNPB beserta rombongan kemudian beranjak menuju lokasi pengungsian berikutnya di Tempat Evakuasi Pengungsian Deyangan di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (AK/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × five =