Home Lintas Jateng Kunjungan Menteri Yohana Ke Nusakambangan Diprotes Wartawan

Kunjungan Menteri Yohana Ke Nusakambangan Diprotes Wartawan

image

Cilacap, 25/3 (Beritajateng.net) – Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Yembise ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (25/3), diwarnai protes oleh wartawan setempat.

Belasan wartawan yang menunggu kedatangan rombongan Menteri PP-PA bersama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) Arist Merdeka Sirait di Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan), Cilacap, merasa kecewa karena dilarang ikut menyeberang ke Nusakambangan bersama rombongan.

Kekecewaan itu muncul karena berdasarkan undangan dari Humas Komnas PA melalui pesan singkat yang diterima sejumlah wartawan di Cilacap dan Purwokerto pada Selasa (24/3), awak media diminta untuk menunggu rombongan di Dermaga Wijayapura pada hari Rabu (25/3).

Pesan singkat itu berbunyi “Untuk memastikan Yusman Telaumbanua terpidana mati berusia anak, yang saat ini mendekam di LP Batu Nusakambangan, Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Ibu Prof Yohana Yambise Menteri Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak RI, Rabu 25-26 Maret 2015 akan mengunjungi korban di LP Batu Nusakambangan. Melalui SMS ini, saya mengundang rekan-rekan media untuk bersama-sama dalam kunjungan ini. Tim akan berangkat Rabu dari Jakarta melalui bandara Halim Perdana Kusuma, pukul 06.30 WIB”.

Akan tetapi saat rombongan itu tiba di Dermaga Wijayapura, wartawan justru dilarang masuk tempat penyeberangan tersebut oleh personel Satuan Keamanan dan Ketertiban Nusakambangan.

Salah seorang petugas mengatakan mereka hanya melaksanakan tugas karena untuk sementara wartawan tidak boleh menyeberang ke Nusakambangan. “Kami hanya melaksanakan tugas,” katanya.

Wartawan semakin marah setelah mengetahui jika ada seorang wartawati sebuah media nasional ikut dalam rombongan tersebut, karena itu belasan wartawan media cetak dan elektronik yang dilarang masuk ke dermaga untuk bergabung dengan rombongan pun melakukan aksi protes.

Mereka berteriak meminta wartawati yang ikut rombongan untuk turun dari Kapal Pengayoman IV.

“Pak, di dalam rombongan ada wartawannya. Kalau kami tidak boleh ikut, suruh dia turun,” kata wartawan Media Indonesia, Liliek Dharmawan.

Sementara, wartawan TV One Robbi Sofwan Amin meminta petugas untuk tidak diskriminatif terhadap wartawan. “Kalau memang kami tidak boleh ikut, wartawati itu juga jangan ikut rombongan,” katanya.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah Mirza Zulkarnain untuk meminta izin agar bisa meliput kunjungan Menteri PP dan PA di Lapas Batu, Nusakambangan.

Akan tetapi, kata dia, Kakanwil Kemenkumham Jateng menyatakan jika pihaknya untuk sementara tidak memberikan izin peliputan di Nusakambangan.

“Jangan diskriminatif, wartawati itu harus turun kalau kami tidak boleh ikut ke Nusakambangan,” katanya.

Oleh karena wartawati itu tidak segera turun, wartawan pun bergerak memasuki halaman dalam Dermaga Wijayapura sambil berteriak-teriak.

Setelah dilakukan pengecekan oleh personel Satgas Kamtib Nusakambangan, wartawati media nasional itu akhirnya turun dari Kapal Pengayoman IV dan berjalan menuju pos penjagaan dermaga.

Belasan wartawan yang protes pun akhirnya meninggalkan dermaga setelah mengetahui wartawati media nasional itu tidak ikut rombongan Menteri PP dan PA menyeberang ke Nusakambangan.(ant/Bj)

Advertisements