Home Lintas Jateng Kudus Naikkan Tarif Angkudes

Kudus Naikkan Tarif Angkudes

Kudus, 1/12 (BeritaJateng.Net) – Tarif angkutan pedesaan atau angkudes di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinaikkan sebesar 10 persen dari tarif sebelumnya, kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Kudus Kudus Didik Sugiharto.

“Kesepakatan kenaikan tarif angkutan penumpang tersebut disepakati hari ini atau Senin melalui rapat koordinasi yang dihadiri berbagai pihak terkait untuk disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” ujarnya di Kudus, Senin.

Hadir pada pertemuan di kantor Dishubkominfo tersebut, yakni Bagian Perekonomian, Satpol PP Kudus, Polres Kudus, Organda, paguyuban angkutan, dan Kesbangpolinmas Kudus.

Ia mengatakan, kenaikan tarif angkutan maksimal sebesar 10 persen tersebut bertujuan agar ada kesamaan tarif di lapangan.

Besarnya tarif angkutan, kata dia, disesuaikan dengan jalur trayek karena masing-masing berbeda jarak tempuh sehingga tarif sebelumnya juga berbeda.

Ia mencontohkan, untuk jalur sub Terminal Jetak-Terminal Induk Jati awalnya Rp3.200, kini naik menjadi Rp3.500.

Terkait surat resmi dari Pemerintah Provinsi Jateng, katanya, hingga kini memang belum ada sehingga Kudus berinisiatif menyikapi kenaikan harga BBM dengan mengundang sejumlah pihak untuk membahas kenaikan tarif yang dinilai masih bisa dijangkau masyarakat.

Hanya saja, kata dia, kesepakatan tersebut memang belum bisa ditindaklanjuti dengan pembuatan surat keputusan bupati karena belum ada dasarnya.

Hal terpenting, lanjut dia, awak angkutan di Kudus ada kesepakatan bersama soal besarnya kenaikan tarif agar ada keseragaman.

“Hal terpenting jangan terlalu memberatkan penumpang,” ujarnya.

Apabila tarifnya tidak terjangkau masyarakat, kata dia, dikhawatirkan justru masyarakat yang memanfaatkan angkutan semakin berkurang dan beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Apalagi, lanjut dia, selama ini penumpang angkudes merupakan pedagang, pelajar dan buruh pabrik.

Adapun jumlah angkudes di Kabupaten Kudus tercatat sebanyak 650 angkutan yang tersebar di 22 jalur trayek angkutan pedesaan.

Berdasarkan hasil pantauan sebelumnya, tercatat sudah banyak angkutan yang menaikkan tarif angkutan sepihak menyusul naiknya harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi Rp8.500/liter dari Rp6.500/liter dan solar naik menjadi Rp7.500/liter dari Rp5.500/liter.

Narto, salah seorang sopir angkudes jurusan sub Terminal Bareng-Terminal Induk Jati mengakui menaikkan tarif angkutan sejak ada kenaikan harga BBM.

Khusus untuk penumpang umum, kata dia, dinaikkan Rp1.000, sedangkan pelajar, pedagang dan buruh pabrik hanya naik Rp500 sehingga kenaikannya lebih dari 10 persen. (ant/pri)

Advertisements