Home Ekbis Krisis Lahan Pertanian, Dinas Pertanian Usulkan Anggaran Pendataan Lahan

Krisis Lahan Pertanian, Dinas Pertanian Usulkan Anggaran Pendataan Lahan

732
Kelompok tani di Cangkiran Mijen baru-baru ini melaksanakan panen raya padi.
Kelompok tani di Cangkiran Mijen baru-baru ini melaksanakan panen raya padi.
Kelompok tani di Cangkiran Mijen baru-baru ini melaksanakan panen raya padi.

Semarang, 7/10 (BeritaJateng.net) – Lahan pertanian kota Semarang semakin terdesak dengan adanya pembangunan berbagai sektor yang terus meningkat. Hal ini lah yang mendorong Dinas Pertanian Kota Semarang untuk mengajukan anggaran untuk pendataan lahan pangan pertanian berkelanjutan, sebagai upaya mempertahankan lahan pertanian di kota Semarang.

“Lahan pertanian di kota Semarang perlahan namun pasti mulai hilang, tercatat saat ini hanya seluas 3.722 Hektar sawah yang masih tersisa di sebagian besar wilayah pinggiran kota seperti kecamatan Mijen dan Gunung pati,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Rusidana kepada BeritaJateng.net.

Menurutnya, ada berbagai kendala yang ditemui dinas pertanian terkait dengan data lahan pertanian yang kian sempit. Oleh karena itu, lanjutnya, upaya yang dilakukan dinas pertanian yakni mengajukan anggaran perubahan 2015 yang berisi rencana pendataan lahan pertanian secara akurat perkelurahan.

“Hasil ini akan dilakukan untuk mempertahankan dan menindaklanjuti lahan pertanian yang masih tersisa untuk kedepan dibuatkan Perda,” imbuhnya.

Diakui Rusdiana para pemilik lahan pertanian banyak yang tergiur dengan pengusaha properti sehingga menjual lahan pertaniannya dan beralih fungsi menjadi perumahan.

Kota Semarang sebagai kota metropolitan serta kota perdagangan dan jasa memiliki keinginan menjadi kota Agropolitan atau kota metropolitan yang masih menyediakan fasilitas pertanian meski berskala kecil.

Selain itu nantinya para pemilik lahan pertanian diupayakan beralih ke potensi perkebunan menanam buah unggul bernilai jual tinggi seperti durian dan kelengkeng khususnya di wilayah Gunung pati dan Mijen.

Rusdiana menuturkan potensi pertanian di kota Semarang memang tidak banyak, hanya mampu menghasilkan beras 10 ton pertahun hal ini jauh dari kebutuhan pangan yang mencapai 150 ton pertahun.

“Untuk menutup kekurangan kebutuhan beras tersebut, pemkot semarang mengandalkan pertanian daerah tetangga seperti Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Kendal, hingga Kabupaten Boyolali,” imbuhnya.  (Bj05)

Advertisements