Home Headline KRI Usman Berlabuh dari Tanjung Emas Menuju Pangkalan Bun

KRI Usman Berlabuh dari Tanjung Emas Menuju Pangkalan Bun

Semarang 05/01 (BeritaJateng.net)- KRI Usman Harun-bernomor lambung 359 berlabuh di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. KRI Usman Harun ini, akan menggantikan posisi KRI Bung Tomo dalam proses pencarian puing pesawat Air Asia yang mengalami kecelakaan beberapa saat lalu.

Kapal perang milik TNI-AL ini, merupakan kapal buatan BAE System Maritime-Naval Ships, Inggris,yang dilengkapi sejumlah senjata. Selain senjata untuk pertempuran, KRI Usman Harun juga dilengkapi sistem sonar dan radar yang mumpuni untuk melakukan pencarian.

Kapal perang ini dilengkapi radar berbasis sonar di lambung, dengan sebutan Thales Underwater Systems TMS 4130C1, serta radar permukaan dan udara E-band dan F-band BAE Systems Insyte AWS-9 3D

Kapal perang ini diawaki, 84 orang.kapal berbobot 2300 ton ini,mempunyai panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter. Di haluan kapal,terdapat helipad yang mampu menampung satu helikopter.

Dengan dorongan empat mesin diesel MAN B&W/Ruston yang memancarkan tenaga total 30,2 MegaWatt. Dengan menggunakan 2 poros baling-baling,kapal ini mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot perjamnya.

Kapal perang yang semula dipesan oleh Angkatan Laut Kesultanan Brunei Darussalam ini,juga dilengkapi dengan pengarah senjata elektro-optik Ultra Electronics/Radamec Series 2500, radar penjejak I/J-band BAE Insyte 1802SW I/J-band, radar navigasi Kelvin Hughes Type 1007, radar Thales Nederland Scout, dan penangkal serangan Thales Sensors Cutlass 242. Senjata andalan yang dibawa kapal perang ini adalah sistem kesenjataan bawah lautnya yang dapat membuat gentar lawan,dengan jangkauan serangk sejauh 50 kilometer dari titik peluncuran.

Menurut Komandan kapal Usman Harun, kolonel Laut Didon Rio,Kapal perang yang dimiliki TNI AL ini akan mengantikan kapal Bung Tomo dalam operasi SAR pencarian pesawat air asia QZ 8501.

“KRI Usman Harun akan mengambil alih posisi KRI Bung Tomo dalam proses pencarian pesawat Air Asia untuk delapan hari kedepan. Kami memang melakukan pencarian secara bergantian,” ungkap Kolonel Didon Rio, Komandan Kapal Usman harun, saat ditemui di pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (BJ15)