Home Headline Kreatif!!! Siswa SMAN 3 Semarang Ubah Limbah Tahu Jadi Aneka Souvenir

Kreatif!!! Siswa SMAN 3 Semarang Ubah Limbah Tahu Jadi Aneka Souvenir

524
Siswa SMA N3 Semarang Ubah Limbah Tahu Jadi Souvenir

Semarang, 14/4 (BeritaJateng.net) – Di tangan orang-orang kreatif, limbah dapat disulap menjadi sesuatu yang berguna. Contohnya limbah tahu yang dimanfaatkan oleh siswa SMAN 3 Semarang menjadi pernak-pernik souvenir yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Para siswa SMAN 3 Semarang yang tergabung dalam Vinakaya Spirit Coaction Student Company (VISCO SC) berhasil mengubah limbah tahu yang berbentuk cair itu menjadi aneka pernak-pernik. Di antaranya tempat pensil, tas, dan lain-lain.

Yasmin Nida Firdausi, ketua kelompok penelitian menjelaskan penelitian tersebut dilakukan karena kegundahan mereka tentang limbah tahu yang sering mencemari lingkungan.

“Limbah tahu kan busuk sekali baunya. Jadi kami cari cara agar limbah tahu bisa dimanfaatkan menjadi hal yang berguna,” ujarnya.

Menurutnya dari survey yang dilakukannya bersama teman-teman, satu kilogram kedelai untuk produksi tahu dapat menghasilkan 3 sampai 5 liter limbah cair tahu.

“Sedangkan rumah rumah produksi pembuatan tahu di Kota Semarang ada banyak,” terangnya.

Hal tersebut membuat dirinya prihatin karena banyak dari limbah sering mencemari lingkungan.

Untuk mewujudkan penelitiannya, Yasmin dan teman-temannya membuat VISCO SC yang merupakan perusahaan siswa SMA Negeri 3 Semarang, bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia.

Perusahaan siswa ini disponsori Citi PeKa Foundation berdasarkan Ecosociopreneur.

“Karena kami membicarakan tersebut dengan sekolah, maka sekolah mendukungnya dan memberikan fasilitas yang kami butuhkan,” ungkapnya.

Penelitian tersebut, papar Yasmin, diawali pengambilan limbah tahu yang berbentuk cair di sentra-sentra pengolahan tahu di beberapa tempat di Kota Semarang baru-baru ini.

Pihaknya memfermentasi limbah tersebut selama dua minggu.

“Setelah itu hasil fermentasi itu kita jemur dan kita proses menjadi pernak-pernik yang lucu,” ujarnya.

Proses penyulapan limbah yang difermentasi menjadi pernak-pernik lucu, menurut Yasmin memberdayakan masyarakat Kota Semarang, terutama pada proses penjahitan.

“Proses pengolahan sampai jadi, biasanya memakan waktu 2-3 minggu,” terang Yasmin.

Untuk produk-produknya, pihaknya jual dengan beragam harga tergantung besar kecil dan tingkat kesulitan pengerjaan produk tersebut.

Kisarannya adalah Rp90 ribu hingga Rp110 ribu.

“Kami ingin produk ramah lingkungan mulai dijual di Indonesia. Karena dapat melestarikan lingkungan dengan mengurangi limbah semisal limbah plastik, limbah tahu dan lain-lain,” paparnya.

Adapun penjualan produknya dilakukan dengan sistem online. Yaitu melalui instagram @visconesia.

Wiharto, Kepala SMAN 3 Semarang mengapresiasi keberhasilan siswanya memenangkan kejuaraan ISPO 2019. Ia berharap prestasi ini bisa menjadi acuan para siswa lain untuk semakin tekun belajar.  (El)