Home Ekbis Kreatif, Perajin Blora ini Sulap Kayu Jati Jadi Tongkat Komando

Kreatif, Perajin Blora ini Sulap Kayu Jati Jadi Tongkat Komando

674
0
Kreatif, Perajin Blora ini Sulap Kayu Jati Jadi Tongkat Komando
          BLORA, 30/12 (BeritaJateng.net) – Melimpahnya kayu jati di Blora dimanfaatkan oleh banyak orang di Blora. Dengan kualitas kayu yang baik ini kemudian banyak orang yang memanfaatkanya dengan berbagai kerajinan. Salah satunya Edi Eka Tantra, (41)
Saat ditemui di rumahnya yang berada di Jalan Kartini lorong 8 nomor 6 Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora Jumat siang (29/12/2017).
           Edi sapaan akrabnya, tengah sibuk melakukan finishing tongkat komando pesanan orang. Dengan telitinya dia terus merempelas tongkat itu.
          Edi mengungkapkan tongkat buatannya ini bukan hanya dipesan dari Jawa saja, tapi sudah sampai Papua, Kalimantan dan Sumatra. Dan untuk jumlah pemesannya Edi sudah tidak bisa menghitung lagi berapa yang telah memesan dia.
            “Kebanyakan yang melakukan pemesanan tongkat komando adalah dari instansi TNI. Yang rata-rata dia buat satu tongkat ini hingga waktu 14 hari untuk menyelesaikan. Untuk bahannya sendiri dia carikan gembol jati di Desa-desa yang umurnya ratusan tahun. Karena di desa-desa di Blora masih ada warga yang memiliki gembol jati,” kata edi
          Hingga sekarang dirinya banyak mendapatkan pemesanan tongkat komando. Karena dia telah memposting tongkat komando buatannya itu di media sosial.
           ”Ya mungkin saja getuk tular hingga tau ada pebuat gembol kayu jati di Blora,” imbuhnya.
Kreatif, Perajin Blora ini Sulap Kayu Jati Jadi Tongkat Komando

Edi mengatakan usaha membuat tongkat komando, baru saja digeluti sejak 1,5 tahun lalu. Awalnya dia membuat tongkat komando itu,  untuk adiknya yang bertugas di Bogor.saat itu adiknya memiliki tongkat komando tetapi harganya mahal,  satu tongkat koamndo dihargai Rp 3 juta. padahal dia merasa bisa mebuatkan lebih murah lagi. Setelah itu dia membuatkan adiknya dari mulut kemulut ahirnya terus mendapatkan pesanan hingga saat ini.

           Untuk pembuatannya menurut Edi, mengaku sedikit kesulitan. Karena harus tahu karakteristik kayu. Seperti saat gembol kayu jati atau kayu lain seperti kayu gaharu, setigi atau lainnya itu mau dibentuk kira-kira ada retakan atau tidak. Sehingga, untuk membuat tongkat komando sendiri dia harus tahu bagaimana karaktersitik kayu itu sendiiri.
         ”Sejak masuk di Blora saya suka kayu, dan saya mulai mengeluti dunia mebel kayu,” ungkapnya. Hingga kemudian dia sangat faham tentang kayu, untuk tongkat komando buatannya ini tidak ada yang dia cat, semua murni hanya haluskan dengan ampelas seperti mengahaluskan akik. Untuk pewarnaan murni dari serat kayu jati itu sendiri.
(MN/El)