Home Lintas Jateng Kreatif, Bhabinkamtibmas ini Ciptakan Mesin Pencacah Rumput

Kreatif, Bhabinkamtibmas ini Ciptakan Mesin Pencacah Rumput

697
0
Kreatif, Bhabinkamtibmas ini Ciptakan Mesin Pencacah Rumput
          BLORA, 19/12 (BeritaJateng.net) – Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan teknik, namun nyatanya polisi yang satu ini mampu menciptakan sebuah alat yang canggih. Ya, itulah Aipda suyono anggota polres Blora yang saat ini menjabat sebagai bhabinkamtibmas Polsek jiken.
           Berawal dari kegelisahannya akan banyaknya batang tebon ( pohon tebu, red) yang terbuang sia-sia pasca digunakan sebagai pakan ternak, polisi 55 tahun ini akhirnya memiliki ide membuat alat pencacah rumput sendiri. Alat pencacah rumput buatannya ini mampu menghaluskan Batang pohon tebu hingga ke bonggolnya.
          Ditemui di rumahnya, Selasa (19/12/2017), Aipda suyono menceritakan awal mula ide tersebut muncul. “Saya terus terang prihatin, kenapa bonggol tebon (tebu) dibuang begitu saja, dan hanya pucuknya (ujung) batangnya yang dikasih makan ke ternak. Padahal jika batang bonggol Itu bisa di makan ternak, pemilik ternak bisa lebih irit”, tuturnya.
           Proses pembuatan alat pencacah rumput pun akhirnya mulai dilakukannya pada bulan April lalu. Bermodal sebuah mesin diesel miliknya, kemudian ia mulai merangkai sebuah alat. Butuh waktu hampir 2 Minggu untuk membuat mesin diesel tersebut menjadi sebuah alat pencacah rumput.
Kreatif, Bhabinkamtibmas ini Ciptakan Mesin Pencacah Rumput

“Pisau pencacahnya terbuat dari per mobil mercy. Saya potong-potong sebanyak 20 buah dengan panjang 12 cm. Per itulah yang berfungsi sebagai pencacah rumput. Semakin banyak per-nya hasilnya juga semakin bagus”, terangnya.

         Tidak hanya mampu melembutkan Batang tebu saja, alat pencacah rumput buatannya ini juga mampu melembutkan berbagai jenis pakan ternak seperti janggel (Batang buah jagung, red).
         “Biar peternak tidak ngarit terus, setidaknya dengan alat ini, mereka (peternak, red) bisa ngarit 2 hari sekali”, jelasnya.
          Kini berkat temuannya tersebut, sebuah perusahaan pupuk terkenal di dalam negeri merespon dan meminta dibuatkan alat sejenis itu. Sebanyak 10 unit dipesan dan akan disalurkan kepada peternak-peternak yang ada di kecamatan Jiken.
         “Ada respon bagus dari Petrokimia. Dan saya diminta untuk membuat 10 unit mesin yang rencananya mau disumbangkan kepada peternak di sini (jiken,red). Biaya semua ditanggung pihak sana (Petrokimia, red)”, ungkapnya.
            Aipda Suyono mengaku belum tahu apakah temuannya ini akan dipatenkan. Namun, tujuan awalnya membantu meringankan beban para peternak setidaknya sudah terwujud dengan adanya mesin pencacah rumput ini.
(MN/El)