Home Lintas Jateng KPU Tekan Angka Golput di Pemalang

KPU Tekan Angka Golput di Pemalang

744
Pengecekan gudang logistik Pemilu.

PEMALANG, 1/2 (BeritaJateng.net) – Kabupaten Pemalang memiliki total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1.122.858 pemilih dalam Pesta Demokrasi 17 April 2019 mendatang. DPT tersebut tersebar di 4.681 TPS, berada di 14 kecamatan dan 222 desa/kelurahan. Namun tingkat partisipasi masyarakat di daerah tersebut terbilang rendah.

Hal itu diungkapkan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang dalam pengecekan kesiapan dan Supervisi Pengelolaan Logistik Pemilu 2019 di sejumlah KPU Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 28-30 Januari 2019.

Ketua KPU Kabupaten Pemalang, Mustaghfirin, mengakui kondisi tersebut. Untuk partisipasi masyarakat dalam pemilu ini, pihaknya mengikuti target KPU RI, yakni 77,5 persen.

“Kami berusaha semaksimal mungkin walaupun kemarin saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah kategorinya rendah, yakni 58 persen,” kata Mustaghfirin, Jumat.

Dikatakannya, nilai 58 persen saat Pilgub tersebut sebenarnya telah mengalami kenaikan cukup lumayan. “Sebab, pemilihan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya hanya 50 persen. Sehingga nilai itu sudah ada kenaikan 8 persen. Maka untuk Pemilu 2019 ini, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk menangani persoalan warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. “Selama ini kami masih melakukan pemeliharaan. Koordinasikan apabila ada warga yang memenuhi syarat untuk menjadi pemilih dan saat ini belum masuk DPT, maka akan kami masukkan ke Daftar Pemilih Khusus (DPK). Akan tetapi sampai saat ini jumlahnya tidak banyak. Bahkan ini laporan dari bawah masih kami tunggu,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang proses penyiapan logistik Pemilu. Di Kabupaten Pemalang, kata dia, akan menggunakan tiga gudang untuk penyimpanan logistik pemilu.

“Gudang pertama di kantor KPU Pemalang, gudang kedua di sebuah tempat yang disewa untuk penyimpanan kotak dan bilik. Sedangkan logistik surat suara apabila sudah datang, akan kami tempatkan di SLB Negeri Pemalang. Ada tiga tempat gudang yang sudah kami siapkan secara matang,” katanya.

Dia mengaku tidak ada kendala berarti selama proses penyiapan logistik ini. Semua telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Gudang kami cek setiap saat, kami tugaskan petugas gudang. Apabila ada kendala langsung ditindaklanjuti. Gudang ini kami buka biar ada udara melalui ventilasi untuk mengurangi kelembaban,” katanya.

Sementara anggota Komisioner KPU Jateng, Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Putnawati mengatakan, pihaknya telah keliling di empat kabupaten/kota, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

“Kami memastikan kondisi logistik untuk persiapan pelaksanaan Pemilu 2019 aman. Mulai dari ATK, kotak bilik, gedung atau gudang yang digunakan untuk menyimpan logistik aman dari rayap. Aman dari banjir, dan aman dari kebocoran. Pengamanan juga cukup. Artinya, KPU sudah bisa memastikan, bahwa kotak suara, surat suara maupun logistik lainnya untuk kebutuhan di masing-masing TPS yang akan digunakan pada 17 April 2019 dipastikan aman,” katanya.

Terkait antisipasi agar tidak tertukar, pihaknya meminta KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan pemetaan wilayah secara detil. “Teknisnya bahwa agar tidak terjadi tertukarnya surat suara, maka kami arahkan tempatnya disendirikan (dipisah). Masing-masing dapil dipisah sendiri-sendiri. Agar bisa meminimalisasi terjadinya surat suara tertukar. Ini perlu kontrol petugas yang sangat ketat,” katanya.

Setelah kertas suara terlipat, lanjut Puput, sapaan akrab Putnawati, nanti ada mekanisme pengepakan dan mekanisme pengecekan. “Itu untuk memastikan apakah di dapil ini sudah benar atau belum, mengenai jenisnya, jumlahnya, ini nanti akan dicek oleh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara). Kontrol terakhir ada di KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara),” katanya.

Karenanya, lanjut Puput, nanti KPPS sebelum melakukan pemungutan suara, setelah dibuka, nanti akan membuka kotak suara beserta isinya. “Nah, sebelum tanda tangan, Ketua KPPS harus sangat cermat. Bahwa ini telah betul-betul tertulis di dapil di mana dia berada. Baru ditandatangani. Ketika nanti terburuk ada daerah pemilihan yang ternyata masuk di kotak suara itu, maka harus disisihkan,” ungkapnya.

Saat ini, DPT Jawa Tengah, lanjut dia, kurang lebih terdapat 27,893 juta pemilih, dengan jumlah TPS 115.382. “Terkait dengan perekaman e-KTP, KPU RI sudah kerjasama dengan Kemendagri untuk melakukan perekaman warga penghuni Lapas. Karena penduduk Lapas ini sangat mobile atau dinamis. Arahan dari KPU RI, kemarin secara serentak tanggal 17-19 Januari setiap KPU kabupaten/kota bersama Dispendukcapil melakukan perekaman di Lapas,” terangnya. (El)