Home Headline KPU Semarang Siapkan Teknis Pendaftaran Pilwalkot 2020 Jalur Independen

KPU Semarang Siapkan Teknis Pendaftaran Pilwalkot 2020 Jalur Independen

28
Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom

SEMARANG, 24/10 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang kini tengah menyiapkan teknis pendaftaran calon Pemilihan Wali Kota  (Pilwakot) Semarang 2020 jalur independen atau non partai.

Rencananya, pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota jalur independen akan dilaksanakan mulai Desember 2019 hingga Maret 2020.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, agenda KPU dalam waktu dekat akan melakukan penetapan jumlah minimum dukungan yang harus dikumpulkan masyarakat yang hedak mencalonkan diri dari jalur independen.

“Kami belum dapat mengatakan berapa jumlah minimum dukungan yang harus dikumpulkan peserta. Dalam waktu dekat kami akan rapat internal menetapkan jumlah minimum dukungan,” tutur Nanda, sapaan akrabnya, Kamis (24/10).

Nanda menjelaskan, ada sedikit perbedaan pendaftaran antara jalur partai dan independen. Pada jalur partai pasangan calon harus mendapat dukungan minimal 20 persen dari kursi anggota legislatif DPRD Kota Semarang. Sedangkan jalur independen, pasangan calon harus mengumpupkan dukungan dari masyarakat umum yang nanti ditandai dengan formulir dan fotokopi KTP.

Jika penetapan jumlah minimum dukungan sudah dilakukan, pihaknya akan segera melakukam sosialisasi pendaftaran Pilwakot 2020 jalur independen.

Menurutnya, rentan waktu pendaftaran jalur independen cukup panjang. Panjangnya rentan waktu pedaftaran dimaksudkan agar masyarakat bisa mempersiapkan secara matang terkait berkas yang harus dikumpulkan.

“Kami berusaha semaksimal mungkn menyampaikan pencalonan kepada masyarakat luas. Yang mau mendaftar dari independen monggo, kami mendorong semua lini untuk mendaftar,” tuturnya.

Selain persiapan pendaftaran jalur independen, lanjut Nanda, KPU juga tengah mempersiapkan peluncuran Pilwakot 2020 agar masyarakat mengetahui bahwa tahapan Pilwakot sudah dimulai. Dengan begitu, diharapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilwakot 2020 tinggi.

“Kami belum menentukan target real. Yanh jelas kami berharap minimal sama seperti Pemilu terakhir yang mana mencapai 83 persen. Harapannya bisa mencapai angka demikian,” imbuhnya. (El)