Home Headline KPU Semarang Gelar Simulasi TPS Dengan Protokol Kesehatan Ketat

KPU Semarang Gelar Simulasi TPS Dengan Protokol Kesehatan Ketat

127

Semarang, 21/11(BeritaJateng.net) – KPU Kota Semarang menggelar simulasi pencoblosan, pemungutan dan penghitungan suara di TPS simulasi Kecamatan MIjen, Semarang, dengan menerapkan protokol kesehatan wajib 3M yang sangat ketat bagi masyrakat yang ingin menggunakan hak suaranya.

Henry Casandra Gultom, Ketua KPU Kota Semarang mengatakan bahwa Simulasi Tempat Pemilihan Suara secara lansung dapat menjadi identifikasi masalah yang akan terjadi, dan nantinya akan sebagai koreksi untuk pelaksanaan pada 9 Desember 2020.

“Ini merupakan simulasi salah satu di Jawa Tengah, Simulasi ini nantinya berupaya untuk mengidentifikasi masalah-masalah terjadi. Karena simulasi yang nyata seperti ini nantinya sebagai koreksi yang nantinya di gelar pada 9 Desember 2020 mendatang,” terangnya.

Lanjutnya, simulasi ini nantinya juga akan dibuatka video dan akan di publish ke masyarakat, seperti tata cara mencoblos, tata cara rekapitulasi hingga penerapan protokol kesehatan wajib 3M saat berada di TPS.

“Video ini nantinya dapat menjadi gambaran bagi masyarakat bagaimana sih tata cara pemilihan suara saat pandemi ini dengan penerapan protokol kesehatan secara lengkap,” terangnya.

Henry juga menjelaskan penerapan protokol kesehatan di TPS nantinya telah dipersiapkan sedemikian rupa diantaranya, tempat antrian pendaftaran berjaga jarak, pengecekan suhu, tempat cuci tangan dan hand sanitizer, dan peringatan wajib menggunakan masker.

Bilik suara khusus pun disiapkan bagi pemilih yang terindikasi dengan suhu tubuh 37,3 derajat. Petugas kesehatan Kelurahan pun disiapkan untuk stanby dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

“Nantinya masyarakat tidak usah takut untuk datang ke TPS saat pandemi ini, karena KPU Kota Semarang telah bekerja sama dengan Pemkot Semarang dan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Keamanan di bantu oleh TNI dan POLRI. Pakaian Hazmad pun telah disediakan untuk petugas, seperti pemilih yang tidak dapat hadir ke TPS karena reaktif kemudian pemilih yang berada di rumah isolasi nantinya petugas akan mendatangi mereka memmastikan hak pilihnya terpenuhi,” jelasnya.

Sementara Itu Tavip Suprianto, PJs Kota Semarang dalam kunjunganya menambahkan dengan adanya simulasi ini dapat memastikan bahwa pemilihan walikota 9 Desember 2020 nanti dapat berjalan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan wajib 3M yang sangat ketat, dan hal ini menjadi keamanan dan kenyamanan bagi masyrakat yang akan datang ke TPS untuk memenuhi hak suaranya.

“Masyarakat tidak usah ragu dan takut karena semuanya telah berjalan sesuai prtokol kesehatan wajib 3M. Dan nantinya simulasi ini akan kita publikasikan untuk masyarakat dapat melihat tata caranya dan protokol kesehatan betul-betul sudah dilaksanakan dalam pelaksanaan pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang,” terangnya.

Lanjutnya, dirinya berharap agar masyarakat tidak merasa takut untuk datang ke TPS masing-masing, bahwa pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang telah mempersiapkan dengan Protkol Kesehatan Wajaib 3M secara ketat dan mudah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam juga memastikan petugas kesehatan di kelurahan se-Semarang nantinya akan mendatangi seluruh TPS di Kelurahan tersebut untuk mengecek dan memantau.

Peralatan yang memadahi untuk protokol kesehatan telah disiapkan secara lengkap seperti, tempat cuci tangan, Hand sanitizer, masker, hingga Hazmad bagi petugas khusus.

“Teman-teman KPU sudah menerima job masing-masing, jadi jika ada seseorang yang suhu melebihi 37,3 derajat nantinya akan dipisahkan tempat bilik khusus yang lebih aman, dan tentunya tidak bercampur dengan pemilih lainya. yang jelas protokol ini untuk mengantisipasi agar tidak ada terjadi penularan Covid 19 di TPS,” tambahnya. (Ak/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + seventeen =