Home News Update KPU Lakukan Persiapan Jelang Debat Perdana Paslon 

KPU Lakukan Persiapan Jelang Debat Perdana Paslon 

Semarang, 23/11 (Antara) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melakukan berbagai langkah persiapan untuk penyelenggaraan debat perdana calon pasangan pemilihan kepala daerah.

“Debat perdana pasangan calon pilkada Semarang akan digelar Selasa, 24 November 2015 yang disiarkan langsung stasiun TVKU,” kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono di Semarang, Senin.

Ia mengatakan persiapan-persiapan sudah dilakukan, termasuk aspek keamanan dalam penyelenggaraan debat pilkada berkoordinasi dengan kepolisian, baik Brimob, Jihandak, intel, serta TNI.

Dari kepolisian, kata dia, bakal mengerahkan sekitar 500 personil untuk mengamankan penyelenggaraan debat perdana pilkada yang mengangkat tema besar “Kesejahteraan Rakyat” itu.

“Tema besarnya itu, namun nanti akan dibagi-bagi dalam beberapa subtema, seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Nanti akan dipandu oleh moderator dari akademisi perguruan tinggi,” katanya.

Namun, Henry enggan menyebutkan siapa moderator yang ditunjuk untuk memandu jalannya debat perdana Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2015, seraya menyebutkan gelarnya profesor.

“Rencananya, debat pasangan calon ini berlangsung tiga kali. Pertama, Selasa (24/11), kemudian Jumat (17/11), dan ketiga pada Jumat (4/12). Moderator ketiga debat itu semua bergelar profesor,” katanya.

Mengenai pendukung masing-masing pasangan calon, ia mengatakan setiap pasangan calon hanya diperbolehkan membawa maksimal sebanyak 50 orang pendukung, baik dari keluarha, tim sukses, dan suporter.

Ia mengatakan pendukung masing-masing pasangan calon juga diperbolehkan membawa atribut pasangan calon yang melekat di baju, seperti pin, atau kaos dan jaket yang bergambar pasangan calon.

Atribut selebihnya yang tidak bersifat menempel di baju, kata dia, tidak boleh dikenakan atau dibawa sesuai dengan kesepakatan sehingga pendukung pasangan calon harus menaati aturan.

“Untuk mengantisipasi pendukung pasangan calon melebihi ketentuan, kami sudah mengeluarkan “id card” untuk pendukung pasangan calon. Tidak punya ‘id card’ jelas tidak diperbolehkan masuk,” tegasnya. (Bj)