Home Lintas Jateng KPU Kota Semarang Tindaklanjuti Temuan Pemilih Ganda

KPU Kota Semarang Tindaklanjuti Temuan Pemilih Ganda

265
0
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom.

Semarang, 7/12 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang akan menindaklanjuti temuan 2.278 data pemilih ganda oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan tahap II (DPTHP2).

Hal itu disampaikan Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom. Menurutnya, pihaknya sudah memerintahkan jajarannya di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan untuk melakukan verifikasi lapangan pemilih yang terindikasi ganda.

“Dari rekomendasi Bawaslu itu kami langsung perintahkan PPK kemudian ke PPS melakukan kroscek langsung ke rumah pemilih. Dengan begitu nanti diharapkan akan ketemu data yang benar-benar valid,” terangnya.

Dijelaskan, DPT hasil perbaikan tahap 2 (DPTHP2) Kota Semarang untuk Pemilu 2019 mendatang telah ditetapkan 1.179.887 pemilih. Meski demikian, jumlah tersebut masih memungkinkan adanya perbaikan lagi.

Data tersebut bersifat dinamis sehingga dimungkinkan sampai April 2019, masih dapat berubah. Karenanya, pada 10 Desember besok, pihaknya akan menggelar rapat pleno untuk menyempurnakan rekomendasi Bawaslu dan hasil pengecekan lapangan jajarannya.

Komisioner KPU Kota Semarang Divisi Data dan Informasi, A Zaini menambahkan, selain melakukan pengecekan langsung ke lapangan, KPU juga melakukan sinkronisasi data pemilih dengan data penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang.

Menurutnya, masih adanya data pemilih yang ganda pada masa perbaikan tahap 2 ini dikarenakan ada tambahan dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diterima.

“Data pemilih memang belum fix. Sekarang saja di perbaikan tahap 2 masih ada ribuan data pemilih yang masih ganda. Itu karena memang ada masalah di sistem. Makanya ini kami sempurnakan lagi,” jelasnya.
Selain 2.278 data pemilih ganda, KPU Kota Semarang juga mencatat ada 1.520 data pemilih yang berada di luar negeri. Data tersebut juga perlu dilakukan pengecekan lapangan karena ada temuan pemilih tersebut sebenarnya berada di Kota Semarang.

“Mereka terdeteksi karena sudah mengajukan visa ke luar negeri. Ada yang sekolah, bekerja dan lainnya,” jelasnya.

Dalam pengecekan lapangan yang dilakukan jajaran KPU, petugas mendatangi langsung rumah pemilih yang terindikasi ganda. Jika ditemukan dan memiliki KTP, maka keberadaan pemilih terakhir yang dipakai sedangkan data di tempat lain dicoret.

“Hasil dari pengecekan kami plenokan 10 Desember besok untuk tingkat Kota Semarang. Sementara untuk pleno nasional digelar 15 Desember. Setelah itu DPT akan dikunci sebagai acuan data pemilih pada Pemilu 2019,” paparnya.

Lalu bagaimana jika masih ada pemilih yang belum masuk dalam DPT setelah rapat pleno? Zaini menyatakan, nantinya akan diakomodir dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Selain itu juga masih ada daftar pemilih khusus yang juga belum ditetapkan.
“Jadi prosesnya masih panjang mengenai DPT ini. Yang pasti semua warga yang mempunyai hak pilih harus terakomodir,” tandasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Semarang menemukan dugaan 2.278 nama pemilih ganda dalam DPTHP2. Jumlah tersebut meliputi pemilih ganda antar kecamatan dan ganda dalam satu kecamatan.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, data tersebut ditemukan usai dilakukan pencermatan pada DPTHP. Dugaan dari hasil pencermatan yang dilakukan oleh Bawaslu menyisir antar kecamatan dengan sistem disatukan antar kecamatan baru dilakukan pencermatan satu persatu.

“Masih banyaknya temuan itu karena belum sinkronnya pemetaan dan penyisiran yang dilakukan oleh KPU dan jajaran Bawaslu. Sehingga masih ada data pemilih ganda,” kata Amin.

Ia memaparkan, pemilih yang diduga ganda tersebut diidentifikasi pada nama, tanggal lahir, nomor kartu keluarga (KK), dan alamat yang sama.

“Selain itu masih ditemukan meninggal dunia sebanyak 485 pemilih, pindah domisili sebanyak 340 pemilih, TNI/Polri sebanyak 2 orang, pemilih di bawah umur 4 orang dan juga pemilih baru sebanyak 48 orang,” lanjutnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here