Home News Update KPU Kota Semarang Butuh 18.445 Panitia Pemungutan Suara

KPU Kota Semarang Butuh 18.445 Panitia Pemungutan Suara

KPU Pilkada

Semarang, 18/9 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang membutuhkan 18.445 orang untuk menjadi anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Penyelenggara pemilu ini mengaku kesulitan untuk merekrutnya, dan meminta bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono mengatakan, di Semarang ada sebanyak 2.365 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 177 kelurahan. Setiap TPS membutuhkan tujuh orang KPPS. Dengan demikian total pihaknya membutuhkan sebanyak 18.445 KPPS.

‘’Itu kalau belum ditambah dari Linmas dua orang tiap TPS, kalau ditambah maka kebutuhannya menjadi 23.715 KPPS. Tapi untuk Linmas ini kewenangan perekrutannya ada di Kebasngpolinmas Kota Semarang,’’ katanya, saat menerima kunjungan kerja Pj Wali Kota Tavip Supriyanto, di Kantor KPU Gedung Pandanaran Jalan Pemuda.

Menurut Henry, minat warga masyarakat untuk mendaftar dan menjadi anggota KPPS sangat rendah. Hingga saat ini masih belum ada satu pun warga yang mendaftar. Sepinya peminat ini memang dikarenakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

‘’Seperti misalnya tidak pernah menjabat sebagai KPPS selama dua periode (2004-2010 dan 2010-2014), pendidikan minimal SMA, dan usia minimal 25 tahun,’’ terangnya.

Waktu pendaftaran akan berlangsung mulai 9 September hingga 31 Oktober mendatang. Karena itu, ia mengimbau warga untuk segera berbondong-bondong mendaftar ke sekretariat TPS yang ada di setiap kantor kelurahan. Termasuk warga yang selama ini tinggal di rumah-rumah gedongan atau mewah untuk ikut mendaftar dan aktif dalam pilwalkot.

‘’Makanya tadi dalam pertemuan kami sampaikan kepada Penjabat Wali Kota, untuk minta supportnya supaya warga masyarakat ini bisa segera mendaftar,’’ katanya.

Menjadi anggota KPPS, dia menegaskan akan mendapatkan gaji Rp400 ribu bagi ketua dan Rp350 ribu bagi anggota. Bagi yang mau mendaftar, dinilai merupakan warga benar-benar ingin mensukseskan pilwalkot 2015 dan bisa berjalan lancar.

Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mengatakan, kedatangannya di KPU adalah untuk memonitor pelaksanaan pilwalkot. Diketahui banyak pekerjaan KPU yang harus diselesaikan dan membutuhkan dukungan dari pemkot. Seperti misalnya dalam perekrutan anggota KPPS.

‘’Kami akan tugaskan kepada setiap camat untuk membantu mengajak masyarakat ikut mendaftar menjadi KPPS. Harapannya sebelum 30 Oktober kebutuhan jumlah anggota bisa terpenuhi. Sehingga KPU bisa melaksanaan pilwalkot sesuai jadwal dan programnya,’’ katanya. (Bj05)