Home News Update KPU Kota Semarang Bakal Lengkapi Kekurangan Baliho Ketiga Paslon 

KPU Kota Semarang Bakal Lengkapi Kekurangan Baliho Ketiga Paslon 

Calon wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melihat secara langsung pemasangan Baliho yang difasilitasi KPU di Jalan Soegiyopranoto Semarang.
Calon wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melihat secara langsung pemasangan Baliho yang difasilitasi KPU di Jalan Soegiyopranoto Semarang.
Calon wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melihat secara langsung pemasangan Baliho yang difasilitasi KPU di Jalan Soegiyopranoto Semarang.

Semarang, 6/10 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang segera memasang kekurangan baliho bergambar pasangan calon peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2015.

“Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 7/2015, baliho pilkada yang dipasang maksimal lima buah untuk setiap pasangan calon,” kata anggota KPU Kota Semarang Agus Suprihanto di Semarang, Senin.

Menurut dia, sesuai dengan aturan tersebut pemasangan baliho kampanye memang difasilitasi oleh KPU sesuai jumlah yang ditetapkan sehingga pasangan calon tidak bisa memasang sendiri.

Ia menyebutkan sampai saat ini KPU Kota Semarang sudah memasang sebanyak 12 baliho bergambar seluruh pasangan calon di berbagai titik strategis yang tersebar di jalan-jalan protokol.

Jadi, kata dia, sudah terpasang sebanyak empat baliho untuk setiap pasangan calon karena ada tiga pasangan calon pada pilkada di Kota Semarang yang difasilitasi oleh KPU setempat.

“Aturannya kan baliho paling banyak lima titik untuk setiap pasangan calon. Kami sudah memasang empat baliho untuk masing-masing pasangan calon, berarti sudah memenuhi syarat,” katanya.

Meski demikian, komisioner KPU Kota Semarang dari Divisi Hukum, Kampanye, Pencalonan, dan Pengawasan itu mengatakan pihaknya tetap akan memasang sebanyak lima baliho untuk setiap pasangan calon.

“Kami akan memasang sebanyak tiga baliho lagi. Sekarang ini, kami masih berkoordinasi mengenai titik pemasangannya karena menggunakan titik reklame milik Pemerintah Kota Semarang,” katanya.

Sejauh ini, Agus mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono menambahkan pihaknya harus memastikan titik pemasangan baliho yang termasuk alat peraga kampanye itu benar-benar aman dan tidak melanggar aturan.

“Makanya, kami berkoordinasi dengan SKPD terkait mengenai pemasangan baliho ini, termasuk nanti untuk pemasangan umbul-umbul dan spanduk pasangan calon di kecamatan dan kelurahan,” katanya. (Bj/ant)