Home News Update KPU Jateng Launching Maskot dan Jingle Pilgub Jateng 2018

KPU Jateng Launching Maskot dan Jingle Pilgub Jateng 2018

147
0
KPU Jateng Launching Maskot dan Jingle Pilgub Jateng 2018

Semarang, 30/8 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah menyosialisasikan tahapan-tahapan Pemilihan Gubernur Jateng 2018 dan pemilihan kepala daerah serentak di tujuh kabupaten/kota dengan melaunching maskot, jingle   dan slogan Pilgub Jateng 2018.

               Hal ini disampaikan Ketua KPU Jateng Joko Purnomo dalam sambutannya saat launching maskot Pilgub Jateng di Lawang sewu, Semarang, Selasa ( 29/8) malam.
                 Ia menjelaskan bahwa maskot Pilgub Jateng 2018 yang dipilih dan ditetapkan oleh KPU Provinsi Jateng adalah figur dan karakter tokoh pewayangan, Semar.
               Dia mengatakan pemilihan dan penetapan maskot Pilgub Jateng 2018 itu berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jateng Nomor 3/PP.02.3-Kpt/Prov/VII/2017.
                    “Dalam penyelenggaraan Pilgub Jateng diperlukan sebuah maskot sebagai media guna mempromosikan, menyemarakkan, dan memberi semangat bagi pelaksanaannya,” ujarnya.
                  Joko menyebutkan tahapan Pilgub Jateng 2018 dan pilkada serentak di Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, Magelang, serta Kota Tegal yang akan dilaksanakan KPU Jateng dalam waktu dekat adalah pembentukan badan penyelenggara, yakni panitia oemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan.
                  Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap penyelenggaraan Pemilukada 2018 bisa berjalan dengan aman tanpa permasalahan apapun. “Harapannya aman, tidak ada fitnah, tidak ada saracen jilid 2, mudah-mudahan semua teredukasi dan kita bisa menjaga diri, baik itu kandidatnya, ataupun partai politik pengusungnya,” ujar Ganjar.
                  Ganjar mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga etika dalam berdemokrasi. “Kami harapkan KPU bisa menjalankan tahapan dengan baik, semua bisa netral, pengawas bisa baik dan partisipasi masyarakat semakin banyak,” imbuhnya. (El)