Home Hukum dan Kriminal KPK Segera Temukan Bukti Untuk Tetapkan Tersangka Baru Kasus Century

KPK Segera Temukan Bukti Untuk Tetapkan Tersangka Baru Kasus Century

435

 

Jakarta,11/3/16,(Beritajateng.net)–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima salinan putusan kasasi kasus korusi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal.

Salinan kasasi tersebut menyebutkan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya terbukti korupsi bersama mantan deputi lain diantaranya Siti C Fadjriah dan mantan Gubernur BI Boediono.Dalam putusan tersebut, Budi dijerat hukuman menjadi 15 tahun bui. Putusan ini dibacakan pada 8 April 2015 lalu.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengklaim tim penyidik tak menemukan kesulitan dalam pencarian bukti untuk menetapkan tersangka baru kasus Bank Century. Lembaga antirasuah pun tengah mengkaji salinan putusan kasasi terdakwa kasus tersebut, Budi Mulya.

“Tidak ada sulitnya (mencari bukti). Kalau bukti cukup ya penegakan keadilan, kebenaran, dan kejujuran harus terus jalan,” kata Saut di jakarta, Jumat (11/3).

Hingga kini, KPK masih bergulat untuk menyeret nama-nama yang disebut dalam putusan kasasi. Untuk itu, Saut menambahkan, KPK juga perlu jujur dan adil untuk mengungkap kerugian negara dan pejabat yang terlibat. Pencarian bukti bukan hanya pada aksi korupsi namun juga niat jahat yang telah muncul untuk korupsi.

“Itu sebabnya disebut extra ordinary crime. Jahatnya luar biasa sampai membuktikanya harus cermat,” ucap saut.

Saut bercerita, banyak kepentingan yang bermain dalam kasus Century.  Sejumlah pihak juga ikut memantau perkembangan kasus ini.

“Ada banyak bayang bayang di belakangnya, ketika dikejar bayangan itu hilang, atau dihilangkan,” kata saut.

Kasus ini bermula saat Budi Mulya selaku bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa memberikan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal.

Lantaran disebut Bank Gagal, Century menerima pemberian FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) yang disetujui oleh Deputi Gubernur BI. Namun, kebijakan tersebut merugikan negara senilai Rp 8,012 triliun sejak penyetoran PMS (Penyertaan Modal Sementara) pada 24 November 2008 hingga Desember 2013.(Bj50)