Home Headline KPK Salahgunakan Wewenang Tetapkan BG Tersangka

KPK Salahgunakan Wewenang Tetapkan BG Tersangka

Komjen Pol Budi Gunawan. Foto/Ist
Komjen Pol Budi Gunawan. Foto/Ist
Komjen Pol Budi Gunawan. Foto/Ist

Jakarta, 9/2 (BeritaJateng.net) – Tim kuasa hukum Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyalahgunaan wewenang dalam menetapkan Budi sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

“Bahwa hal itu (penetapan tersangka Budi Gunawan) dilakukan termohon (KPK) dengan tujuan lain,” kata salah satu kuasa hukum Budi dalam menyampaikan permohonan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin.

Yang dimaksud tim pengacara BG dengan tujuan lain ialah hal yang menyimpang dalam tujuan didirikannya KPK untuk memberantas tindak pidana korupsi.

Pengacara BG mengatakan, keputusan penetapan tersangka tersebut dilakukan dan dilandasi sebagai intervensi terhadap keputusan presiden dalam menetapkan calon Kapolri.

“Hal itu dilakukan dan dilandasi dengan semangat untuk mengambil alih dan mengintervensi keputusan presiden dalam menentukan calon Kapolri,” ujar salah satu pengacara.

Lebih lagi, pengacara Budi Gunawan menyebut keputusan KPK sangat tendensius dan arogan.

“Termohon terkesan sangat tendensius dan sangat arogan, yang seolah-olah presiden harus meminta pendapat pada termohon (KPK) untuk menentukan calon Kapolri. Padahal, hal tersebut tidak diatur dalam undang-undang,” kata pengacara BG.

Dengan demikian, tim kuasa hukum Budi Gunawan mengatakan KPK menyalahi aturan dalam menetapkan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian tersebut sebagai tersangka.

“Bukan berarti kesalahan termohon tidak boleh dikoreksi. Karena termohon telah melakukan kesalahan dan kesewenang-wenangan,” kata pengacara membacakan permohonan gugatan.

Selain menyebut KPK menyalahgunakan wewenang, sebelumnya kuasa hukum BG juga mengatakan penetapan tersangka Budi cacat yuridis.

Tim kuasa hukum BG mengatakan penetapan tersangka kliennya tidak didahului oleh pemeriksaan sebelumnya.

Selain itu tim kuasa hukum juga mengatakan penetapan tersangka BG menyalahi aturan dasarnya karena hanya ditetapkan oleh empat pimpinan, yang seharusnya ditetapkan oleh lima pimpinan KPK.

Sidang praperadilan status tersangka Budi Gunawan dimulai di PN Jakarta Selatan hari ini pukul 09.45 WIB.

Sidang hari ini mengagendakan pembacaan permohonan gugatan praperadilan dari pihak pemohon atau Budi Gunawan dan memberikan kesempatan pada pihak termohon atau KPK menyampaikan jawaban terhadap permohonan. (ant/BJ)