Home Headline KPK Periksa 5 Pegawai dan Sita Dokumen KSOP Tanjung Emas

KPK Periksa 5 Pegawai dan Sita Dokumen KSOP Tanjung Emas

61
0
KPK Periksa 5 Pegawai dan Sita Dokumen KSOP Tanjung Emas
           Semarang, 7/9 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemberantasan Korupsi menyita sejumlah dokumen Proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, usai melakukan penggeledahan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (6/9).
              Penggeledahan di KSOP di Jalan Yos Sudarso, Bandarharjo, Semarang Utara, ini berlangsung sekitar enam jam mulai pukul 10.00 hingga 15.50 WIB
            Sejumlah ruangan di Kantor Kesyahbandaan dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Emas digeledah tim penyidik KPK. Selama penggeledahan berlangsung, sekitar delapan orang penyidik KPK memasuki ruangan server dan dokumen serta ruangan Kepala KSOP Gajah Rooseno.
                Kedatangan petugas KPK tersebut merupakan pengembangan terkait kasus dugaan suap proyek pengerukan tanah di dekat Pelabuhan Tanjung (Kemenhub) yang menjerat Direktorat Jenderal Perhubungan, Antonius Tonny Budiono yang tertangkap tangan KPK.
KPK Periksa 5 Pegawai dan Sita Dokumen KSOP Tanjung Emas
KPK Periksa 5 Pegawai dan Sita Dokumen KSOP Tanjung Emas
             Kepala KSOP Gajah Rooseno mengungkapkan, ada sejumlah dokumen yang diamankan penyidik KPK di antaranya dokumen proses mulai lelang tender serta dokumen administrasi lainnya terkait dengan proyek pengerukan laut dekat Pelabuhan Tanjung Emas.
                Selain membawa dokumen, penyidik KPK juga meminta keterangan terhadap lima orang dari bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), pejabat pembuat komitmen (PPK), dan dan kuasa pengguna anggaran (KPA).
                “Saksi yang diperiksa ULP, PPK dan termasuk saya sendiri selaku KPA. Semua yang diperiksa memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri,” ujarnya usai pengledahan KPK selesai.
                 Kedatangan KPK sebagai bentuk konfirmasi tentang ada tidaknya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.  Bahkan Rooseno juga siap kembali memberikan keterangan bila KPK  membutuhkannya.
                “Kita kan pegawai yang baik dan siap dipanggil KPK untuk memberikan keterangan untuk lancarnya proses ini,” tegasnya. (NH/El)