Home Hukum dan Kriminal KPK Gadungan Peras Perusahaan Perkebunan

KPK Gadungan Peras Perusahaan Perkebunan

(ilustrasi)

Aceh, 16/11 (BeritaJateng.Net) – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) mengemukakan sekelompok elemen sipil yang mengaku utusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan perkebunan PT Kalista Alam (KA) di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Koordinator GeRAK Aceh Askhalani di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (16/11), mengatakan sejumlah menejemen perusahaan termasuk PT KA menyampaikan dugaan pemerasan itu kepada GeRAK untuk mendapat klarifikasi.

“Kelompok KPK gadungan ini mendatangi perusahaan yang sedang tersandung kasus hukum dengan ancaman mengirimkan laporan kasus ke pusat, perlu kita perjelas bahwa KPK tidak ada di Aceh,” katanya.

Aksi tersebut dilakukan oleh beberapa orang dalam kawasan Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat. Perbuatan kelompok ini meresahkan lembaga antikorupsi lokal dan perusahaan perkebunan serta pertambangan di Aceh.

Didampinggi Koordinator GeRAK Aceh Barat Baharuddin Bahari, ia menyampaikan bahwa managemen perusahaan tersebut belum berani melaporkan kepada aparat berwajib sebelum mendapat klarifikasi terkait keberadaan institusi KPK di Aceh, karena mereka juga menduga modus itu hanya untuk menakut-nakuti.

Selain itu, munculnya isu tersebut mencoreng institusi lembaga ataupun aktivis bergerak memantau persoalan korupsi, karena itu GeRAK Aceh juga akan ikut melaporkan kepada kepolisian setelah mendapatkan data besaran uang yang telah disetor perusahaan kepada KPK gadungan itu.

“Kita juga akan melaporkan hal ini kepada kepolisian, saya pastikan GeRAK tidak melakukan praktek tercela melakukan pemerasan kepada perusahaan, setiap program kita mendapat sport dana oleh donor,” tegasnya.

GeRAK belum menerima data besaran uang yang dimintakan oleh KPK gadungan bersama aktivis antikorupsi wilayah Aceh dalam aksinya, meski demikian hal ini akan terus dipantau sampai tuntas.

GeRAK meminta aparatur pemerintah daerah serta swasta yang berinvestasi di Aceh untuk berhati-hati akan adanya modus demikian, karena temuan ini bukan yang pertama bahkan pelaku pernah tertangkap di wilayah utara Aceh.

Sasaran dari pelaku kejahatan demikian adalah perusahaan-perusahaan yang sedang bermasalah dengan hukum serta konflik dengan masyarakat sekitar perkebunan, sehingga peluang itu dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Kami harapkan kepada pihak perusahaan yang dirugikan untuk tidak segan-segan melaporkan praktek tersebut kepada pihak kepolisian, karena ini bukan kasus pertama kita temukan adanya orang-orang yang membawa institusi negara ataupun lembaga anti korupsi,” katanya menambahkan. (ant/pri)