Home Hukum dan Kriminal KPK-BPK Koordinasi Penangangan Kasus Korupsi

KPK-BPK Koordinasi Penangangan Kasus Korupsi

332
Taufiequrachman Ruki
Taufiequrachman Ruki
Taufiequrachman Ruki

Jakarta, 11/3 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan akan berkoordinasi terkait penanganan kasus tindak pidana korupsi.

“Saya ikut nanti ke BPK, dan ini bukan silaturahmi. Ini dalam rangka koordinasi. Bagaimanapun juga badan pemeriksa keuangnan itu adalah ‘partner’ baik dalam rangka ketika menemukan adanya kasus (korupsi), maupun ketika mematangkan kasus,” kata pelaksana tugas (plt) Ketua KPK Taufiquerachman Ruki di sela-sela acara donor darah gedung KPK Jakarta, Rabu.

Ruki yang juga mantan pimpinan BPK itu menyatakan bahwa KPK dapat menemukan kasus dari laporan BPK.

“Laporan pemeriksaan, tapi juga ketika menghitung kerugian negara maka mereka juga berperan. Ini adalah sebuah gambaran tentang kerja sama antara dua institusi negara. karena itu menjadi kewajiban buat saya untuk mempererat memperkuat dan memperlanjutkan,” ungkap Ruki.

Rencana pertemuan tersebut akan berlangsung di gedung BPK pada siang ini.

Lima pimpinan KPK yaitu Taufiquerachman Ruki, Johan Budi, Indriyanto Seno Adji, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja yang akan menemui komisioner BPK.

KPK dan BPK sebelumnya pernah menyatakan mendorong pemberdayaan pengawasan internal di tiap-tiap kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah untuk mencegah korupsi dan menekan kebocoran keuangan negara.

Sedangkan dalam acara donor darah tersebut, Ruki menyatakan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan KPK juga pedul pada urusan kemanusiaan.

“KPK ini adalah organisasi yang isinya 99 persen anak muda sehat, karena itu menurut saya, donor darah ini adalah hal yang sangat positif, bahwa mereka memberikan atensi yang begitu besar untuk urusan kemanusiaan. Mereka juga tidak lupa dengan aspek kemanusiaan tidak semata terbenam dalam pelayanan dan tugasnya,” ungkap Ruki.

Namun Ruki tidak ikut mendonorkan darahnya.

“Saya sendiri sayang sudah lebih dari 65 tahun dan menurut kesehatan orang yang usianya 65 tahun sudah tidak bisa lagi donor darah, mungkin dikhwatirkan darahnya beracun,” kata Ruki yang berusia 69 tahun itu.

Pada kesempatan yang sama Ruki juga memberikan penghargaan kepada pegawai KPK yang sudah memberikan donor darah sebanyak 10 kali “Hari ini yang diberikan enam (penghargaan), kepada teman-teman. Tapi yang disampaikan hanya satu, karena yang satu lagi masih tergeletak memberikan darahnya sedangkan yang lain belum turun karena mereka adalah para penyidik yang sedang melakukan tugasnya,” jelas Ruki. (ant/BJ)