Home Headline Kota Lama Semarang Jadi Percontohan Pelestarian dan Pengelolaan Kota Tua Di Indonesia

Kota Lama Semarang Jadi Percontohan Pelestarian dan Pengelolaan Kota Tua Di Indonesia

3317
0
Wakil Walikota Semarang yang juga merupakan Ketua BPK2L menunjukkan progres ducting proyek revitalisasi dan pembangunan infrastruktur Kota Lama Semarang.

Semarang, 19/4 (BeritaJateng.net) – Progres revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang, mendapat perhatian dari berbagai pihak. Bahkan Kota Lama dijadikan contoh bagi wilayah lain yang memiliki destinasi kawasan kota tua dalam pengelolaannya.

Hal ini terlihat dari kunjungan peserta diklat Pelatihan Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilaksanakan di Kota Lama Semarang.

Dalam kesempatan ini, Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu memberikan pemaparan tentang beberapa desain dan upaya dalam merevitalisasi kawasan Kota Lama yang sebelumnya tidak terawat dengan baik.

“Penataan Kota Lama ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, bahkan sampai luar negeri. Bahkan dalam kesempatan ini, kami melihatkan bagaimana pembangunan yang berkelanjutan sekarang temen-temen melihat proses pembuatan dari bantuan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Bukan berarti tidak ada kendala, menurutnya setiap pembangunan pasti akan berdampak, salah satunya adanya pembuatan ducting di jalan Letjen Suprapto yang menganggu arus kendaraan yang melintas.

Olehkarenanya sangat penting jika didahului dengan sosialisasi agar masyarakat dapat mengetahui rencana dari pemerintah yang sedang melakukan revitalisasi Kota Lama.

“Setiap pembangunan juga mesti ada yang berkorban, saya rasa masyarakat tidak kaget karena sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi. Nah saat ini pembuatan ducting drainase dan jalan itu sendiri berjalan sesuai jadwal yakni bulan april pembuatan ducting sampai pada taman sri gunting,” tambahnya.

Hevearita yang juga Wakil Walikota Semarang ini menjelaskan jika pembuatan ducting merupakan salah satu nilai jual dalam proyek revitaliasasi yang dikucurkan Kementerian PUPR sebanyak Rp, 156 Miliar. Hal ini karena sistem ducting yang nantinya akan digunakan sebagai tempat berbagai kabel listrik dan jaringan (utilitas) menjadi proyek percontohan pertama di Indonesia.

“Dari Rp. 156 Miliar pembuatan ducting ini mencapai Rp. 50 miliar rupiah. Ducting itu diatur dengan baik diatur sampai ke masyarakat ini diatur pertama diindonesia yang ada dalam satu kawasan,” kata Ita sapaan akrabnya.

Sedangkan untuk area City Walk, kami masih menunggu adanya pengadaan mobil golf car sebanyak 10 unit. Sehingga nantinya bagi masyarakat yang akan mengunjungi Kota Lama tidak akan kesulitan untuk mengunjungi beberapa restoran dan tempat-tempat menarik.

“Saat ini memang belum ada area City Walk karena proyek revitalisasi belum selesai, namun setelah proyek selesai kami akan memulai memikirkan beberapa jalan yang akan digunakan untuk area City Walk,” imbuhnya. (El)