Home Nasional Kota Lama Semarang didorong Jadi Warisan Budaya Dunia

Kota Lama Semarang didorong Jadi Warisan Budaya Dunia

3695
Kota Lama Semarang didorong Jadi Warisan Budaya Dunia

Semarang, 28/2 (BeritaJateng.net) – Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU) Kemendikbud Arief Rachman mendorong Kota Lama Semarang menjadi sebagai salah satu “world heritage” Unesco pada 2020.

“Kalau saya melihat peluangnya sekarang besar, tetapi 2020 masih beberapa tahun lagi,” katanya, usai Workshop Strategi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kota Lama Semarang oleh Unesco, di Semarang.

Menurut dia, kekuatan pertama yang harus dipertahankan adalah sejarah, kemudian nomor dua adalah kebudayaan yang menjadi kekuatan untuk membangun sebuah bangsa yang akan menjadi penilaian “world heritage”.

Ia mengingatkan Unesco memperhatikan beberapa negara yang lebih mengutamakan perkembangan ke arah ekonomi yang menjadikan kebudayaannya merosot sehingga lama-lama yang akan hancur manusianya.

“Namun, di Semarang ini enggak. Sudah benar strateginya, kebudayaan dan ekonomi disandingkan. Nanti kan ada ada orang yang akan datang ke Semarang untuk melakukan penilaian terhadap Kota Lama,” katanya.

Dari hasil worskhop itu, kata dia, bisa dijadikan sebagai rujukan untuk mengembangkan kawasan Kota Lama Semarang ke depannya, sebab jangan sampai salah strategi yang mengakibatkan kesemrawutan.

“Saya contohkan, ada satu kota di dunia yang dibangun tanpa penelitian. Akhirnya, keliru. Kemacetan terjadi di mana-mana, peledakan jumlah manusianya tidak bisa dikendalikan. Susah untuk mundur lagi,” katanya.

Peran pemerintah, kata dia, juga sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan kawasan kota, termasuk Kota Lama dari sisi anggaran, sebab tanpa kekuatan tidak akan mungkin pembangunan berjalan.

“Kami bersyukur sekali Semarang memiliki Wakil Wali Kota Mbak Ita (Hevearita Gunaryanti Rahayu) yang luar biasa. Pemerintah harus ikut serta mendorong keuangan yang diperlukan,” kata Arief.

Kepala Unit Budaya Unesco Moe Chiba mengatakan penentuan “world heritage” tidak dilakukan Unesco meski pengusulan kawasan yang masuk situs warisan budaya dunia dilakukan melalui lembaga PBB tersebut.

Kurang lebih, kata dia, ada 21 negara yang masuk tim penentu dari nominasi “world heritage”, sementara Unesco hanya menyediakan wadah dan plafon untuk pengusulan kawasan situs warisan budaya dunia.

Sementara itu, Wawali Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi perhatian Unesco terhadap pengembangan kawasan Kota Lama Semarang untuk menjadi salah satu situs warisan budaya dunia.

“Kebetulan, ada Pak Arief Rachman dari Kemendikbud juga yang mendorong Kota Lama Semarang agar masuk `nomine` dulu. Pertama, kan `doosier` dulu, kemudian `nomine`, dan masuk `world heritage`,” katanya. (El)