Home Lintas Jateng Korlantas Siapkan Pos Terpadu dan Cek Point Untuk Antisipasi Area Blackspot

Korlantas Siapkan Pos Terpadu dan Cek Point Untuk Antisipasi Area Blackspot

IMG_20150702_104252

Semarang, 2/7 (BeritaJateng.net) – Menghadapi persiapan arus mudik lebaran, berbagai persiapan telah di lakukan pemerintah kota, provinsi hingga pusat, termasuk penyediaan pos terpadu dan cek point di beberapa daerah.

Tingkat kesadaran masyarakat yang terbilang masih rendah, serta tingkat kelelahan pengemudi angkutan umum dapat memicu adanya kecelakaan.

Korp Lalu Lintas (Korlantas) berupaya menekan angka kecelakaan, terutama perjalanan mudik dari Jakarta ke Semarang, Jakarta ke Solo maupun sebaliknya, serta daerah lain yang memiliki angka kecelakaan cukup tinggi.

“Baik itu survei jalan, rapat koordinasi dengan Kasatlantas untuk menentukan titik-titik pos, kemudian dari Korlantas juga menyiapkan cek point selama 2 jam, 2,5 jam, 3 jam seperti di Bekasi Timur, kabupaten Bekasi. Perbatasan Bekasi sampai Karawang, Ciasem, Subang, Indramayu ada cek pointnya,” jar Kabag Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Korlantas, Agus Sukamso saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) beserta Kementerian Kesehatan di Terminal Terboyo, Kamis (2/7).

Menurutnya, hal tersebut bertujuan untuk mengatasi tingkat kelelahan terutama yang masih menggunakan sepeda motor.

Ia menjelaskan area blackspot ada 2, di bidang kemacetan dan kecelakaan. “Kemacetan terutama ada di lokasi pasar. Kecelakaan ada di beberapa titik, termasuk salah satunya di tol Cipali karena belum lengkap rambu-rambunya,” ungkapnya.

Menurutnya, aturan mengemudi dalam mengatasi kelelahan yakni berkisar 4 jam dan maksimal 6 jam dengan waktu istirahat 1 jam, seperti dalam undang-undang.

Pelaksana teknis kegiatan di Terminal Terboyo, Djoko Purwadiono menambahkan untuk persiapan lebaran ini, angkutan darat umum menggunakan satu posko terpadu, dan mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan, Kepolisian dan Koramil.

“Rencananya akan beroperasi H-7 dilengkapi dengan posko keamanan, posko kesehatan, dan tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan atau sakit. Apabila ada pemudik yang sakit berat, kita sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ketileng, Sendangmulyo,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, terminal Terboyo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Organda. “Organda menyediakan bus apabila terjadi penumpukan penumpang, tetapi kita juga menyediakan angkutan berkoordinasi dengan Kepolisian. Penumpukan terjadi dimana, kita arahkan ke terminal kemudian diangkut ke tempat tujuan,” tambahnya. (BJT01)