Home Nasional Korban Narkotika Capai 1.190.000 Jiwa

Korban Narkotika Capai 1.190.000 Jiwa

363

IMG-20150813-WA0023

Semarang, 13/8 (BeritaJateng.net) – Hasil penelitian Universitas Indonesia UI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan korban narkotika di Indonesia mencapai 1.190.000 orang.

Hal ini di sampaikan Staf Ahli Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Pusat dr. Kusman Suriakusuma Sp KJ saat mengisi pelatihan bertajuk “Peningkatan Kemampuan Asesmen bagi Petugas Rehabilitasi Instansi Pemerintah Jawa Tengah” yang diikuti 100 petugas rehabilitasi RSUD dan Puskesmas Non IPWL se-Jateng di Hotel Dafam Semarang, Kamis (13/8).

“Sebelum memberikan layanan rehabilitasi, petugas harus mengetahui terlebih dahulu tentang jenis-jenis narkotika, efek pengguna dan terminologi ketergantungan narkotika, serta faktor-faktor terjadinya ketergantungan narkotika,” terangnya.

Kusman juga menambahkan bahwa dalam waktu setahun ini, tempat rehabilitasi di Indonesia hanya bisa menampung sekurang-kurangnya sekitar 18 ribu penyalahguna.

Dengan adanya pemberian layanan rehabilitasi bagi penyalahguna dan korban narkotika semuanya dapat menekan angka permintaan terhadap narkotika. “Ini perlu jadi catatan penting, bila berhasil kelak Indonesia sudah bukan lagi menjadi “pasar” menguntungkan bagi para bandar narkotika,” tuturnya.

Begitu juga yang dikatakan dr. Carlamina Lusikooy SP KJ, salah satu Praktisi Layanan Rehabilitasi dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta, bahwa nantinya para penyalahguna narkoba setelah direhab harus di asesmen dan perlu dilakukan rencana terapi.

Memurutnya, dalam rencana terapi ini petugas rehabilitasi perlu memperhatikan beberapa hal prinsip terapi dan tujuan pemberian terapi. “Misalnya seperti abstinnesia, pengurangan frekuensi dan keparahan kekambuhan, serta memperbaiki fungsi spikologi dan sosial penyalahguna,” katanya.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, sejak Rabu kemarin ini dibuka Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Drs Armin Remico MM. Rencana pelatihan yang diadakan BNN Pusat selama lima hari akan berakhir pada minggu depan.(BJ06)