Home Headline Korban Longsor Butuh Bantuan Pakaian dan Makanan Bayi

Korban Longsor Butuh Bantuan Pakaian dan Makanan Bayi


Semarang, 15/12 (Beritajateng.net)-Memasuki hari ke empat pasca musibah longsor yang menimpa Dukuh Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Banjarnegara, bantuan dari masyarakat terus berdatangan. Namun demikian distribusinya belum merata di semua titik penampungan pengungsi yang jumlahnya mencapai ratusan.

Selain distribusi bantuan, jenis bantuan yang dikirimpun belum menyentuh semua kebutuhan pengungsi. Kebutuhan yang paling dirasa kurang di lokasi penampungan pengungsi adalah makanan dan pakaian bayi.

Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jawa Tengah Wahyu Kristanto yang dihubungi melalui sambungan telpon, Senin (15/12) mengatakan, kondisi pengungsi balita yang merupakan penduduk sekitar lokasi longsor dan rawan terkena musibah serupa saat ini cukup memprihatinkan. Hal ini disebabkan kurangnya bantuan berupa kebutuhan bayi. “Bantuan makanan dan pakaian bayi sangat sedikit masih sangat kurang. Kasihan mereka,” ungkapnya.

Politisi asli Banjarnegara tersebut menambahkan, selain kebutuhan bayi pengungsi juga masih membutuhkan selimut karena cuaca di lokasi penampungan pengungsi sangat dingin. Para pengungsi saat ini ditampung di rumah-rumah penduduk yang aman dari bencana, gedung sekolah dan gedung PGRI Kecamatan Karangkobar.

Wahyu menambahkan, saat ini kondisi di lokasi longsor terus diguyur hujan sehingga menyulitkan proses evakuasi korban yang masih ditimpa reruntuhan. Selain itu hujan yang terus turun dikawatirkan menyebabkan longsor susulan sehingga personil SAR, aparat TNI dan Polri serta masyarakat yang melakukan evakuasi sangat hati – hati.

Beberapa alat berat yang diturunkan di lokasi juga tidak bisa dioperasikan secara maksimal sehingga evakuasi berjalan agak lamban. “Banyaknya material longsoran dan luasnya wilayah musibah menyulitkan alat berat dioperasikan. Sehingga menambah lama proses evakuasi,” jelasnya.

Saat ini, tambah Wahyu, sudah ditemukan korban meninggal sebanyak 49 Dan diperkirakan masih banyak penduduk yang tertimbun longsor. Dari data yang didapat, sekitar 70 orang penduduk lokal masih tertimbun. Jumlah ini belum termasuk pengguna jalan yabg terkena musibah saat melintas di lokasi.(Nur/ss)