Home Hukum dan Kriminal Korban Kecelakaan Motor di Depan TBRS Bertambah

Korban Kecelakaan Motor di Depan TBRS Bertambah

Semarang, 6/1 (BeritaJateng.net) – Korban kecelakaan yang melibatkan dua motor di jalan Sriwijaya Semarang atau persisnya di depan Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang bertambah. Hal itu diutarakan Perwira Kepala Unit Kecelakaan (Panit Laka) Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Sumantri.

Semula, korban meninggal di tempat kejadian yakni pengendara sepeda motor jenis Honda Vario warna putih bernopol AB 2549 XA. Namun, siang tadi korban bertambah atas nama Dian Eko Prasetyo (35) warga Tandang RT 09 RW 10, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Semarang, setelah sempat mengalami kritis di RS Roemani Semarang.

“Kalau yang korban motor Vario warna putih sampai sekarang belum dikenali dan diduga tanpa identitas,” ungkap Iptu Sumantri saat dikonfirmasi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (6/1).

Sedangkan pengendara lain bernama Hanafi (25) warga Jalan Lobak RT 06 RW 5, Kelurahan Tlogobayem, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang berhasil selamat. Pada peristiwa tragis itu, Hanafi berboncengan dengan korban Dian Eko mengendarai sepeda motor jenis Honda Legenda warna hitam nopol H 3272 TF.

“Namanya Hanafi, dia masih dirawat di RS Roemani dengan Luka di bagian rahang mulut bawah,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun BeritaJateng.net, korban pengendara Vario putih yang tewas di tempat kejadian merupakan seorang pedagang daging ayam potong di Kawasan Pasar Karangayu, Jalan MGR Soegijopranoto, Semarang.Terakhir kali korban mengenakan celemek berwarna putih motif bunga.

“Namun untuk memastikan, kami akan melakukan penelusuran dan pencarian, karena yang bersangkutan tidak membawa identitas apapun, baik surat ijin mengemudi maupun STNK,” jelasnya.

Diketahui, ciri jenazah pengendara Vario putih berumur sekitar 30 tahun, kurus, kulit warna sawo matang dan berambut pendek. Sampai saat ini korban masih terbujur di Kamar Mayat RSUD Kariadi, Semarang.

Diberitakan sebelumnya, satu pengendara tewas akibat kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan Sriwijaya Semarang, tepatnya di depan Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (6/1) dini hari tadi.

Kedua sepeda motor yang terlibat tabrakan yakni jenis Honda Vario putih nopol AB 2549 XA dan Grand hitam nopol H 3272 TF. Kecelakaan tragis tersebut terjadi kurang lebih pukul 02.30 WIB.

“Kejadianya sekitar setengah tiga dini hari tadi,” ungkap salah seorang petugas Unit Lakalantas Polrestabes Semarang.

Sementara, seorang saksi bernama Ayon (47) salah seorang penjual nasi kucing di Taman Singosari yang tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan saat peristiwa terjadi, kondisi jalanan sudah sepi. Sehinggga, tak banyak orang yang mengetahuinya. Ia mengaku mengetahui ada kecelakaan usai mendengar suara keras akibat dua sepeda motor yang berbenturan.

“Tidak ada yang tahu pas kecelakaan. Tahunya saya saat itu ada suara keras tabrakan. Saya sedang beres-beres mau kukut (menutup) warung. Suaranya seperti trafo meledak. Motor itu datang dari arah yang berlawanan, yang satu dari arah timur, satunya lagi dari barat,” terangnya.

Situasi sebelum kecelakaan yang tadinya sepi mendadak ramai. Pengguna jalan yang melintas seketika langsung memberhentikan kendaraannya untuk melihat di sekitar tempat kejadian kecelakaan.

Saat ini, peristiwa kecelakaan tersebut masih dalam penanganan petugas kepolisian dari Satlantas Polrestabes Semarang. (Bjt02)